11 September 2020 | Dilihat: 286 Kali
Selama Pembelajaran Daring, Pendidikan Akhlak Jangan Kering
noeh21
Keterangan Foto : Tuanku Muhammad Anggota DPR Kota Banda Aceh, Fraksi Partai PKS
 

IJN - Banda Aceh | Di tengah pandemi Covid-19 seluruh sektor terdampak dari menyebaran virus Corona, mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, pariwisata, sampai sektor pendidikan mengalami goncangan berat hingga harus mengubah dan menjalankan banyak hal baru (New Normal).

Disektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilakukan melalui tatap muka bahkan di kelas atau ruang akan tetapi berpindah secara daring dan online dari rumah. 

Proses pembelajaran secara daring tersebut dilakukan guna mengurangi penyebaran virus yang sangat cepat tersebar jika di tengah kerumunan. Sebab  hampir disemua Negara sistem belajar melalui daring menjadi solusi ditengah pandemi covid-19. 

Menanggapi hal itu, Tuanku Muhammad
S.Pd.I. M.Ag, Anggota DPR Kota Banda Aceh menyebutkan, mau tidak mau saat ini harus menjalankan proses pendidikan secara daring atau online tanpa adanya pertemuan tatap muka antara guru dan murid. 

"Kita ketahui bersama model pembelajaran seperti ini tidak semua orang akan menerimanya. Ada banyak orang tua murid yang berharap agar proses pendidikan bisa berjalan dengan normal seperti dulunya,"Kata Tuanku Muhammad, Politik Partai PKS. Jum'at 11 September 2020.

Tuanku Muhammad mengungkapkan, saat ini Negeri sedang dihadapkan pada situasi sulit dan banyak perubahan. "Pembelajaran secara daring adalah langkah terbaik disaat masih adanya kekhawatiran terhadap penyebaran Covid- 19 melalui pembelajaran secara tatap muka,"ungkap Tuanku Anggota DPRK Banda Aceh.

Namun, ia menjelaskan, kekurangan dari pembelajaran daring mulai terasa akan hilang nya nilai-nilai akhlak yang seharusnya diajarkan secara langsung. 

Tuanku Muhammad yang merupakan alumni Pascasarjana UIN Ar-Raniry menyebutkan, akhlak atau adab merupakan sifat baik yang mencerminkan kemulian hasil dari pendidikan yang terkristal dalam jiwa dan hati. Sehingga pendidikan akhlak tidak bisa diraih tanpa adanya hubungan sosial yang bisa diteladani. 

"Selama pembelajaran daring mungkin transfer keilmuan bisa kita dapatkan, tapi pendidikan akhlak dan adab belum tentu bisa diraih. Sebab itu seorang guru dan juga orang tua harus mampu mengisi kekosongan ini,"jelas Tuanku.

"Dalam adabul imla' wali istimla' disebutkan Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh. Oleh karena itu pendidikan akhlak tidak boleh kering meskipun di saat pandemi ini,"demikian tutup Tuanku Muhammad, juga merupakan alumni Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Penulis: Hendria Irawan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com