01 September 2019 | Dilihat: 353 Kali
1 Muharram di Aceh Singkil Sepi, Peringatan Akan Dilaksanakan 12 Muharram
noeh21
Sekretaris DPD BKPRMI Aceh Singkil, Mustafa Naibaho.
 

IJN - Aceh Singkil | Meski Kabupaten Aceh Singkil merupakan suatu daerah tempat lahirnya ulama besar Aceh yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera dan Nusantara itu, sangat memprihatinkan tidak ada kegiatan khusus dalam peringatan memeriahkan tahun baru Islam, 1 Muharram 1441 H yang jatuh Minggu, 1 September 2019.
 
Sejumlah kalangan yang tinggal di daerah berjulukan Bumi Syekh Abdurrauf As Singkily mengaku prihatin, malu, dan menyesalkan dengan kondisi yang berbeda jauh dengan perayaan tahun baru masehi malah lebih hiruk pikuk.
 
Seperti yang disampaikan Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia ( BKPRMI ) Kabupaten Aceh Singkil, Mustafa Naibaho, sangat menyayangkan dengan sepinya kegiatan menyambut 1 Muharram dikabupaten tempat lahirnya ulama besar Aceh itu.
 
Hal tersebut, terlihat nyata dengan tidak adanya dan terdengar sedikit pun kegiatan penyambutan tahun baru Islam dipusat pemerintahan ibukota Kabupaten Aceh Singkil, yang tidak diketahui apa alasannya.
 
Tidak hanya itu, untuk peringatan hari hari besar Islam di kabupaten Aceh Singkil, seperti nya Pemerintah setempat melalui instansi terkait dinilai agak kurang semangat.
 
"Padahal ditahun-tahun sebelumnya, untuk kegiatan tersebut ada dilaksanakan berbagai kegiatan seperti, Tablikh Akbar, atau pawai santri menyambut tahun baru Islam," ucap Sekretaris DPD BKPRMI setempat.
 
"Semestinya Kabupaten tempat lahirnya Ulama Besar itu mengisi 1 Muharram dan Hari-hari besar Islam lainnya, dengan meriah dan menerapkan Syariat serta Syiar Islam secara baik. Sehingga tidak ketinggalan," cetusnya.
 
Karena BKPRMI melihat selama ini ketika event kegiatan lainnya seperti kegiatan, pariwisata itu sepertinya Pemkab Aceh Singkil sangat cepat memberikan dukungan dengan sangat meriah.
 
Mustafa menambahkan, giliran peringatan hari besar Islam kurang di dukung bahkan kadang jikapun di laksanakan kurang meriah.
 
"Seperti Pulau Banyak Internasional Festival (PBIF) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kepulauan Banyak, kabarnya Pemerintah menggelontorkan anggaran mencapai milyaran. Tapi mengapa ketika kegiatan hari besar Islam, sepertinya kurang adanya dukungan," ujar Mustafa.
 
Dengan begitu kedepan DPD BKPRMI meminta dan memohon Pemkab Aceh Singkil dapat lebih banyak memprogramkan kegiatan yang sifatnya syiar Islam, hari besar Islam, jangan hanya bisa memprogramkan kegiatan pariwisata, ulang tahun dan sebagainya yang sama.
 
"Begitu juga, jika memang diminta kami sebagai organisasi Pemuda remaja masjid siap bekerjasama dan dilibatkan dalam pelaksanaan hari hari besar Islam di kabupaten Aceh Singkil kedepan untuk lebih baik," pungkasnya.
 
Menanggapi hal ltu, Ketua PHBI Aceh Singkil, Ustadz Roesman Hasmi mengatakan, untuk kegiatan peringatan tahun baru Islam tingkat Kabupaten setempat tahun ini direncanakan akan dilaksanakan pada 12 Muharram.
 
Karena, PHBI akan melakukan rapat pertemuan dengan lining sektor jajaran Pemkab Aceh Singkil, Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah setempat menyusun rangkaian kegiatan peringatan tahun baru Islam dengan melibatkan banyak pihak.
 
Selanjutnya, untuk peringatan tahun baru Islam tahun ini direncanakan akan dilaksanakan semeriah mungkin dengan mendatangkan mubaligh dari luar Aceh Singkil.
 
"Setidaknya Peringatan Tahun Baru Islam tahun ini dilaksanakan setara dengan kegiatan tingkat Internasional lainnya," tutupnya.
 
Penulis : Erwan
Editor    : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com