16 Agustus 2018 | Dilihat: 277 Kali
13 Tahun Perdamaian Aceh, Saatnya Aceh Berjuang Mensejahterakan Rakyat
noeh21
Anggota Departemen Kaderisasi PP-HIMAB Aceh Besar, Amru Fadhil.
 

IJN | Banda Aceh - 13 tahun sudah usia perdamaian Aceh, Aceh harus berjuang dalam mensejahterakan rakyatnya. itulah peryataan dari Amrul Fadhil yang merupakan anggota Departemen Kaderisasi PP-HIMAB Aceh Besar. hal itu disampaikan bertepatan pada peringatan hari perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 15 Agustus 2018.


Fadhil mengatakan, Aceh sudah melalui konflik yang berkepanjangan sehingga sampai pada masa yang sangat tidak bisa di lupakan oleh rakyat Aceh yaitu bencana alam gempa dan Tsunami yang melanda Aceh, katanya Fadhil Kepada IJN, Kamis 16 Agustus 2018.


"Aceh pada saat itu merasakan pilu yang begitu dalam sehingga mengantarkan Aceh menuju perdamaian dengan Pemerintah RI, dimana pada saat itu juga dibantu oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) yaitu internasional Crisis Management Initiative (CMI) sehingga terwujudnya penandatanganan MoU Helsinki di Finlandia pada 15 Agustus 2005." ujarnya


Ia juga menambahkan,  Dari sejarah yang di alami Aceh saat itu, kami generasi muda mengucapkan apresiasi kepada seluruh elemen yang telah berjuang dalam mencapai perdamaian Aceh.


Ia pun  berharap agar Aceh terus kuat dalam merawat perdamain ini dan terus berjuang mempersejahterakan rakyat Aceh dari segi pendidikan, moral, dan ekonomi. Tutupnya Amrul yang juga merupakan Ketua MABES UIN Ar-Raniry. (***)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com