29 Apr 2021 | Dilihat: 964 Kali

Aceh Darurat Narkoba, DPRA Minta Pemerintah Jangan Cuek

noeh21
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Tarmizi SP
      
IJN - Banda Aceh | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Partai Aceh (PA) Tarmizi, SP meminta Pemerintah Aceh untuk tidak cuek dan serius memerangi narkoba di Aceh. 

Pasalnya, akhir-akhir ini publik Aceh sempat dihebohkan dengan pengungkapan kasus pengedaran narkoba jenis sabu sebanyak 2.5 Ton. Bahkan Aceh sedang menghadapi tsunami narkoba.

"Aceh bukan hanya darurat judi game online, tapi juga darurat narkoba. Saya tidak terkejut mendengar berita bahwa ada sekitar 2,5 ton narkoba ditemukan di Meulaboh, jika diuangkan ditaksir sekitar 1,2 T,"kata Tarmizi SP, yang diterima INDOJAYANEWS.COM, Kamis 29 April 2021.

Anggota DPRA Komisi V itu mengaku, dalam berbagai kesempatan pihaknya selalu menyampaikan, bahkan dalam sidang paripurna bahwa ada sekitar hampir 100 T perputaran uang narkoba di Aceh setiap tahunnya. 

Baca Juga: Warga Desa Cot Yang Aceh Besar Diringkus Polisi Kedapatan Miliki 68 Paket Sabu

Bahkan, hal itu jauh mengalahkan uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Provinsi Aceh.

"Data tersebut saya dapatkan dari mantan kepala BNN Aceh Brigjen Pol Drs Faisal Abdul Naser. MH saat presentasi pada lokakarya Anti Narkoba di Aula Balai Kota Banda Aceh, pada Selasa (17/9) lalu,"ungkap Tarmizi.

Ia menegaskan, jika permasalahan Narkotika sengaja dibiarkan atau kurang serius untuk meminimalisir dan mengantisipasi maka dipastikan akan menjadi bom waktu. 

"Ibarat penyakit, saat komplikasi dan kritis baru diobati. Tentu banyak-banyak berdoa saja menunggu waktunya mati,"jelasnya

Untuk meminimalir dan mencegah. Menurut Tarmizi, perlu adanya intervensi pemerintah. Bahkan kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan di Aceh sangat dibutuhkan, dan fokus pada langkah- langkah preventif sehingga Aceh bisa bebas narkoba dan generasi bangsa terselamatkan.

Baca Juga: HGU Tidak Dimanfaatkan Perusahaan, Gubernur Aceh Lapor Menteri, Tarmizi SP: Bereh, harusnya dari dulu

"Ingat, 10-20 tahun lagi pemimpin adalah anak remaja yang sekarang. Jika mereka sibuk dengan judi dan narkoba, bagaimana nasib Aceh ke depan. Jika keadaan ini terjadi, maka seluruh pemangku kepentingan sekarang akan dicatat oleh sejarah selaku orang yang bertanggung jawab,"ungkap Tarmizi.

"Hampir semua lini mereka kuasai, bahkan agennya bukan orang biasa. Bukan hanya pengusaha, tapi juga politisi, hal ini tentu kita sangat sedih dan berduka dengan apa yang sedang terjadi di Aceh saat ini,"Tambah Tarmizi SP.

Baca : Tarmizi Dukung Kapolda Aceh Berantas Narkoba

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras BNN dan Polisi yang telah berhasil menangkap jaringan narkoba internasional. Rakyat menggantungkan harapan besar kepada penegak hukum, jangan dibiarkan mereka menghancurkan generasi penerus bangsa," demikian harap Tarmizi SP.


Penulis: Hendria Irawan
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas