28 Juni 2020 | Dilihat: 1861 Kali
Penegak Hukum Harus Bertindak
Aktivitas Illegal Logging di Aceh Besar Sangat Meresahkan Warga
noeh21
Illegal Logging. Foto: IJN
 

IJN - Aceh Besar | Aktivitas Illegal logging atau perambahan hutan secara ilegal, di Kabupaten Aceh Besar sangat merajalela dan mulai meresahkan warga. Seperti disampaikan salah seorang warga kepada Media INDOJAYANEWS.COM, Minggu 28 Juni 2020.

Melalui aplikasi WhatsApp, warga yang tidak mau identitasnya dipublikasi ini mengatakan, perambahan hutan bahkan sudah merusak kawasan hutan lindung. Seperti yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab, di pegunungan Meulu Gampong Aneuk Glee Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar.

Penebangan hutan secara illegal tersebut sangat terselubung. Perjalanan ke lokasi penebangan pohon besar-besaran itu harus ditempuh sekitar 7 KM.

Karena sudah sangat memprihatinkan dan meresahkan warga, aparat penegak hukum dari kepolisian diminta segera menghentikan dan menindak para pelaku yang terlibat illegal logging sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kepada Media INDOJAYA, sumber yang juga warga Aceh Besar itu menjelaskan, para pelaku penebangan pohon secara illegal sebagian berasal dari luar Aceh Besar, seperti dari Aceh Tamiang, Lamno, dan Aceh Timur.

Para pekerja yang didatangkan dari luar daerah Aceh Besar itu diduga juga tidak melapor kepada masyarakat setempat. Mereka melakukan aksi illegal logging hampir setiap hari menggunakan mesin Senso.

Pohon pohon yang ditebang dibelah di lokasi menjadi balok, kemudian pelaku mengerahkan eskavator untuk membersihkan jalan. Setelah selesai membuat  jalan, para pelaku mengangkut balok balok tersebut ke tempat datar mengunakan mobil Taft dan traktor.

Selanjutnya, balok balok yang sudah berhasil dikumpulkan di satu titik atar tersebut, diangkut ke lokasi pembelah kayu di daerah gampong terdekat dengan lokasi penebangan menggunakan mobil Colt Diesel.

Bukan itu saja, diduga ada oknum anggota TNI/Polri dan anggota Polisi Hutan (Polhut) yang terlibat ikut membiayai para pekerja illegal logging. Karena itu, penegak hukum diminta segera menindak semua oknum terlibat perusak hutan tersebut.

Penulis: Hidayat. S
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com