17 Okt 2026 | Dilihat: 33 Kali

Anggota DPRA Edi Kamal Desak Pemprov Aceh Prioritaskan Keselamatan Masyarakat Dampak Kabut Asap Karhutla

noeh21
Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Edi Kamal. Foto. Ist
      
IJN - Banda Aceh | Kabut Asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, kondisi ini juga mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.
 
Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Edi Kamal menyoroti dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.
 
"Pemerintah Aceh tidak boleh berhenti pada imbauan, tetapi harus segera mengambil langkah konkret, terukur, dan terpadu," ujar Edi Kamal, Sabtu 17 Oktober 2026.
 
Anggota DPRA dari Partai Demokrat mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Aceh, khususnya Dinas Kesehatan Aceh, untuk segera meningkatkan kesiapsiagaan seluruh rumah sakit dan puskesmas.
 
"Memastikan ketersediaan obat-obatan, layanan pemeriksaan, dan penanganan gangguan pernapasan," ujar Edi Kamal anggota DPRA dari Nagan Raya ini.
 
Ia juga meminta Dinkes menyediakan masker yang mampu menyaring partikel halus, terutama bagi anak-anak, balita, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan dan jantung.
 
"Memantau perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di seluruh kabupaten/kota," ujarnya
 
Pemerintah Aceh, lanjut Edi Kamal, diminta juga agar terus berkoordinasi dengan BMKG, BPBA, DLHK, pemerintah kabupaten/kota, dan pemerintah pusat untuk memantau kualitas udara serta sebaran asap.
 
"Menyampaikan informasi kualitas udara dan langkah penanganan secara berkala kepada masyarakat," ujarnya
 
Edi juga meminta Pemerintah Aceh menyampaikan ke warga agar membatasi kegiatan luar ruangan dan menyesuaikan kegiatan belajar mengajar apabila kualitas udara memburuk.
 
"Meskipun sumber asap diduga berasal dari karhutla di luar Aceh, kondisi tersebut bukan alasan bagi Pemerintah Aceh untuk menunda tindakan perlindungan masyarakat, Penanganan harus dilakukan melalui koordinasi lintas daerah dan lintas sektor," ujarnya.
 
Ia meminta keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dan Pemerintah Aceh dituntut bergerak cepat, terkoordinasi, dan bertanggung jawab agar dampak kabut asap tidak semakin meluas dan membahayakan kesehatan rakyat. 





Penulis: Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas