18 November 2019 | Dilihat: 889 Kali
Dibangun Tak Sesuai Spesifikasi?
Aset BPKS 8,5 Miliar di Pulo Aceh Terbengkalai 
noeh21
Kondisi gedung serbaguna milik BPKS Sabang di Pulo Aceh. Foto: INDOJAYA
 

IJN - Banda Aceh | Salah satu aset milik Badan Pengusahaan Kawasan Bebas Sabang (BPKS) yaitu gedung serbaguna yang berlokasi di Gampong (desa) Lampuyang, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, tak mendapat perawatan. Kondisi gedung tampak terbengkalai.

Terlihat banyak sekali masalah pada fisik bangunan, yang diduga dibangun tidak sesuai spesifikasi. Demikian pantauan Media INDOJAYANEWS.COM saat melakukan investigasi beberapa waktu lalu di Pulo Aceh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Media INDOJAYA, gedung dua lantai dengan jumlah 12 kamar yang berlokasi di belakang Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPKS Pulo Aceh itu dibangun sejak 2015 lalu.

Baca: Habiskan Ratusan Miliar, Pelabuhan Perikanan BPKS di Pulo Breueh Dipenuhi Kotoran Lembu

Beberapa masalah fisik yang ditemukan Media INDOJAYA saat melakukan investigasi, antara lain; kondisi dinding bangunan terlihat ada beberapa keretakan, gagang pintu mulai berkarat, bagian atap mulai berjatuhan, cat dinding yang keropos, dan tidak ada aliran listrik ke gedung tersebut.

Di lantai dua, ada dua kamar yang tidak terkunci, sedangkan 10 kamar lainnya tertutup rapat. Kedua kamar yang terbuka itu sama sekali belum bisa difungsikan, karena toilet belum terpasang, bak mandi juga belum bisa berfungsi. Dan yang lebih parah, belum ada aliran air bersih sama sekali ke gedung serbaguna ini.

Dari data yang diperoleh Media INDOJAYA, gedung serbaguna tersebut dibangun selama dua tahun pada periode 2015 hingga 2016, dengan anggaran masing-masing 4 miliar dan 3 miliar yang bersumber dari APBN.

Total anggaran senilai Rp 8.581.290.000 (delapan miliar lima ratus delapan puluh satu juta dua ratus sembilan puluh ribu) atau 8,5 miliar. Namun sayangnya, meskipun sudah mengahbiskan miliaran uang negara, gedung tersebut sama sama belum difungsikan.

Direktur Pemanfaatan Aset BPKS, Audi Juliandra, yang dihubungi Media INDOJAYA beberapa waktu lalu menjelaskan, bahwa ia kurang mengingat soal jumlah dan data aset BPKS yang ada di Pulo Aceh.

Audi meminta kepada Media INDOJAYA supaya menghubungi Kepala UPT BPKS Pulo Aceh untuk mengonfirmasi data terkait aset-aset milik BPKS yang berada di Pulo Aceh, terutama mengenai gedung serbaguna dimaksud.

"Kalau masalah aset itu saya tidak pegang datanya. Kalau perlu masalah gedung serbaguna coba tanya sama Pak Teuku Zainuddin yang kepala UPT disana," kata Audi pada INDOJAYA, 23 Oktober 2019 lalu via seluler.

Sementara Kepala UPT BPKS T Zainuddin, saat diminta penjelasannya oleh Media ini, mengaku kurang mengetahui secara persis persoalan aset BPKS yang ada di Pulo Aceh, karena menurutnya hingga saat ini ia belum memiliki data detail jumlah aset BPKS, terutama yang sudah tersertifikasi.

"Mohon maaf sebelumnya, saya sendiri belum mendapatkan data detail tentang jumlah aset BPKS yang ada di Pulo Aceh. Nanti mungkin bisa disampaikan oleh Bapak Audi selaku Direktur Aset BPKS, beliau tentu lebih tahu tentang aset-aset BPKS," kata T Zainuddin saat ditemui di Lampulo.

Selain gedung serbaguna, pelabuhan perikanan nusantara (PPN) Gugop yang berlokasi di Gampong Lampuyang, juga belum jelas kondisinya. Padahal menurut informasi, pembangunan pelabuhan tersebut sudah menghabiskan setengah triliun uang APBN.

Baca: Sudah 5 Orang Mendaftar Calon Manajemen BPKS

Penulis: Hidayat. S
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com