20 Mar 2024 | Dilihat: 1834 Kali

Basarnas Kerahkan Kresna 232 Evakuasi Pengungsi Rohingya di Aceh Barat

noeh21
KAPAL KN SAR Kresna 232 milik Basarnas Aceh, merapat di Dermaga Sinabang, Simeulue, Kamis (12/5). Kedatangan kapal tersebut untuk menjemput petugas dari Pos SAR Simeulue yang akan mengikuti Tsunami Drill yang berlangsung di Pulau Banyak, Aceh Singkil. Foto. Serambinews
      
IJN - Banda Aceh | Basarnas Banda Aceh mengerahkan Kapal SAR Kresna 232 ke lokasi kecelakaan kapal pengungsi Rohingya di Perairan Barat Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

“Kapal SAR Kresna 232 ke Meulaboh untuk melakukan evakuasi pengungsi Rohingya tenggelam,” kata Kepala Basarnas Banda Aceh, Al Hussain dikutip Sudutberita, Rabu 20 Maret 2024.

Al Hussain mengatakan, kapal berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh sekitar pukul 18.45 WIB. Kapal yang berpenumpang Rescuer Kansar Banda Aceh, kru KN SAR Kresna, Pos AL Lampulo, Imigrasi dan media itu diperkirakan tiba di titik evakuasi pada Kamis (21/3/2024) pukul 00.45 WIB.

“Saat perjalanan berlayar ke Meulaboh, cuaca cerah berawan dan kecepatan angin 21 knot,” sebut Al Hussain.

Baca juga : Etnis Rohingya Terdampar di Samatiga Aceh Barat

Sebelumnya, Masyarakat Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, dihebohkan dengan kedatangan etnis rohingya yang terdampar di pesisir pantai wilayah tersebut. Rabu 20 Maret 2024.

Camat Samatiga Muhammad Asmiruddin Alnur, S. Tr.Kep dikonfirmasi IndoJayaNews melalui sambungan telepon membenarkan hal tersebut.

"Ia benar (Etnis Rohingya Terdampar),"kata Camat Muhammad Asmiruddin Alnur.

Ditanya terhadap jumlah etnis Rohingya yang terdampar, Camat Samatiga belum bisa merincikan hal tersebut.

"Nanti kita sampaikan, kami sedang rapat dengan pihak Polres dan Kodim terkait persoalan ini,"jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi diperoleh dari sumber menyebutkan ada enam warga etnis Rohingya terdampar di pesisir pantai Kecamatan Samatiga, Aceh Barat.

Hingga saat ini, 6 etnis Rohingya ini telah dibawa kedaratan dan saat ini sudah berada kantor Camat Samatiga. 
 
 
Penulis : Hendria Irawan