25 Desember 2020 | Dilihat: 214 Kali
Bupati Simeulue Erhasy Prihatin Terhadap Kondisi Pariwisata Dampak Covid-19
noeh21
Bupati Simeulue, saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara FGD Pengawasan orang asing (POA) dalam Masa tatanan normal baru.(Foto : Jenedi.R)
 

IJN - Simeulue | Bupati Simeulue, Erli Hasim (Erhasy) bersama sejumlah unsur Forkopimda menghadiri acara Pengendalian  keamanan dan kenyamanan lingkungan serta Pengawasan Orang Asing (POA) dalam masa tatanan normal baru, di Aula Setdakab Kabupaten setempat, Jumat 25 Desember 2020.

Selain dihadiri Bupati dan juga Forkopimda, acara yang diselenggarakan Kesbangpol Simeulue ini, juga dihadiri sejumlah Camat, dan pengusaha resort.

Dalam sambutannya, Bupati Simeulue Erli Hasim, mengungkapkan rasa keprihatinannya yang sangat mendalam terhadap kondisi pariwisata Simeulue saat ini. Dampak dari pandemi tersebut ada banyak usaha resort yang terpaksa tutup lantaran tak ada tamu yang datang ke Simeulue.

" Mari kita bersama - sama berdoa agar wabah Virus Corona segera berakhir, sembari menjalankan fase normal yang baru  dengan tertib sesuai dengan protokol kesehatan  Covid-19," Katanya.

Dengan terbukanya zona lokasi pariwisata Simeulue, ia berharap semua elemen dapat bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan daerah, untuk benar benar menjalankan Peraturan yang telah ditetapkan dalam menjalanan kegiatan usaha pariwisata ini.

Dihadapan pelaku usaha pariwisata, Bupati menuturkan bahwa pihaknya selama ini tidak tinggal diam dan selalu mencari solusi agar pelaku bisnis yang terdampak pandemi Covid dapat teratasi. Namun, dikatakannya kebijakan dan protap nasional yang  diberlakukan diseluruh wilayah, mengharuskan untuk taat dan patuh dalam pembatasan-pembatasan yang diberlakukan, para penggiat usaha wisata secara positif.

Menyusul telah dibukanya kembali zona wisata Simeulue, lengelola usaha pariwisata dan sejenisnya dihimbau wajib menjamin penerapan protokol kesehatan dalam  aktifitas di tempat usaha masing-masing, serta memastikan kondisi kesehatan dari para tamu, selain terlebih dahulu memeriksakan kondisi para turis di KKP baik pelabuhan maupun bandara, khususnya yang berasal dari luar daerah.

Siapapun tamu yang berkunjung ke daerah kita, wajib menghormati dan menaati norma-norma kearifan lokal, yang mana ini juga menjadi tanggung jawab pengelola destinasi wisata untuk mengontrol dan menjelaskan secara bijak kepada para tamu serta wajib melaporkan data WNA paling lambat 1x24 jam kepada pihak terkait dan Bakesbangpol Kabupaten Simeulue," Kata Erhasy.(Jen)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com