17 Des 2020 | Dilihat: 735 Kali

Coreng Citra Mahasiswa dan Rakyat Aceh, Neldi Minta DPRA Selidiki Dalang Aksi di Simpang Lima

noeh21
Neldi Isnayanto, AMa, S.Sos, Tokoh Pemuda Kabupaten Nagan Raya
      
IJN - Nagan Raya | Puluhan massa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Muslim Aceh Cinta Damai pada Rabu (16/12) kemarin, menggelar aksi unjuk rasa tolak Habib Rizieq dan Pendukungnya yang digelar di Simpang Lima, Kota Banda Aceh.

Bahkan, aksi unjuk rasa dari sejumlah massa tersebut juga mendapat kecaman dari berbagai kalangan, pasalnya dalam aksi tersebut massa mengenakan baju sejenis almamater layaknya mahasiswa tanpa logo kampus. Sejumlah massa juga membawa sejumlah artribut dan spanduk yang salah satunya bertuliskan penolakan kedatangan HRS ke Aceh dan foto Imam FPI tersebut juga disilangkan tanda merah di setiap spanduk, hingga akhirnya sejumlah massa aksi itu dibubarkan masyarakat.

Menyikapi hal itu, Neldi Isnayanto, AMa, S.Sos, salah satu tokoh Pemuda di Kabupaten Nagan Raya kepada INDOJAYANEWS melalui Via WhatsApp, Kamis 17 Desember 2020, meminta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR) untuk menyelidiki dan memproses dalang dibalik aksi tersebut.

"DPRA wajib proses dan menyelidiki dalang aksi demo kemarin di Banda Aceh, yang mengatasnamakan rakyat Aceh dan mahasiswa beralmater palsu,"kata Neldi

Baca Juga : LMND Banda Aceh Tantang Debat Terbuka Korlap Aksi Tolak HRS

Pasalnya, menurut Neldi, aksi dari sejumlah massa tersebut sudah membuat citra mahasiswa dan masyarakat Aceh tercoreng.

"Mari kita lihat kasus Habib Rizieq Shihab (HRS) tentang dugaan pelanggaran pasal tentang kerumunan ditengah pandemi Covid-19, lalu bagaimana dengan kampanye pilkada 2020 di beberapa daerah lainnya, kenapa tidak diproses,"sebutnya

Baca Juga : HIMAB Minta Penegak Hukum Usut Tuntas Dalang Aksi di Simpang Lima

Selain itu, Neldi selaku masyarakat Aceh juga meminta Presiden Joko Widodo agar dapat menyelesaikan hal tersebut secara adil dan tuntas. 

"Terkait pembunuhan 6 syuhada Laskar Pembela Islam (LPI) di Jakarta, kami selaku masyarakat Aceh memohon kepada DPRA untuk berikan suara keadilan kepada pusat sebagai bentuk keterwakilan masyarakat Aceh, bukankah sesungguhnya para wakil rakyat itu mewakili suara kami sebagai rakyat nya,"ungkap Neldi

"Kita lihat politisi partai PKS, Demokrat dan Gerindra lantang suarakan keadilan dipusat, lalu kemana Politisi di Aceh,"jelas Neldi

"Kemudian jika diri anda masih merasa baik, lalu diam terhadap kezaliman yang nyata, maka ganti saja pakaianmu dengan kain kafan dan kalau mereka tidak takut berbuat semena-mena, lalu kita kenapa takut untuk melawan kesemena mena itu,"demikian tutup Neldi


Penulis : Hendria Irawan
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas