21 Nov 2025 | Dilihat: 215 Kali
CPNS Rutan Banda Aceh Gagalkan Penyeludupan Hp Pengunjung
CPNS wanita, rossydatul jannah, yang bertugas di bagian pemeriksaan dan penggeledahan barang Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banda Aceh berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satu unit handphone (HP) oleh seorang pengunjung wanita,
IJN - Banda Aceh | CPNS wanita, rossydatul jannah, yang bertugas di bagian pemeriksaan dan penggeledahan barang Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Banda Aceh berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satu unit handphone (HP) oleh seorang pengunjung wanita, Jumat siang.
Keberhasilan ini menjadi bukti profesionalisme dan ketelitian petugas dalam menjaga keamanan serta mencegah peredaran barang terlarang ke dalam rutan, Jumat 21 November 2025
Upaya penyelundupan tersebut terungkap saat petugas mencurigai gerak-gerik seorang pengunjung yang hendak memasuki ruang besukan.
Dalam pemeriksaan badan yang dilakukan sesuai SOP, petugas menemukan sebuah HP yang disembunyikan di sela-sela paha pengunjung dan diduga akan diserahkan kepada warga binaan.
Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Banda Aceh, Muh Hidayat, memberikan apresiasi penuh atas keberhasilan petugas CPNS tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja dan ketelitian petugas CPNS kami yang telah menjalankan tugas dengan baik. Penemuan ini bukan hal yang mudah karena pelaku berusaha menyembunyikan barang di tempat yang sangat sulit terdeteksi. Ketegasan dan kehati-hatian petugas menjadi kunci suksesnya pencegahan ini,” ujarnya.
Kepala Rutan Banda Aceh, Baharuddin, turut memberikan pujian atas dedikasi petugas yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tersebut.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi petugas CPNS wanita ini. Tindakannya mencerminkan integritas, keberanian, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Upaya penyelundupan HP merupakan pelanggaran serius, dan keberhasilan ini adalah bagian dari komitmen kami menjaga keamanan rutan,” tegas Karutan.
Setelah temuan tersebut, petugas langsung mengamankan barang bukti, melakukan pencatatan, serta meminta keterangan dari pengunjung yang bersangkutan sesuai SOP pengamanan. Pengunjung kemudian dibina dan diproses sesuai ketentuan.
Rutan Banda Aceh memastikan bahwa pengawasan akan terus diperketat, terutama pada area pemeriksaan barang dan badan. Seluruh petugas, termasuk CPNS, akan terus diberikan pembekalan untuk meningkatkan kemampuan deteksi terhadap barang terlarang.
Kejadian ini kembali menegaskan komitmen Rutan Banda Aceh dalam menjaga keamanan lingkungan pemasyarakatan, sejalan dengan slogan “Pemasyarakatan PRIMA Bermanfaat untuk Masyarakat.”
Penulis: Hendria Irawan
Editor: Redaksi