19 November 2019 | Dilihat: 363 Kali
DanSektor 21 Sosialisasi ke Sekolah Al Ma’soem: Perangi Sampah Sungai Citarum
noeh21
 

IJN - Jabar | Komandan Sektor (DanSektor) 21 Satgas Citarum Harum Kol. Inf Yusep Sudrajat bersama jajarannya dariSubsektor 15-21, untuk kesekian kali melakukan sosialisasi Program Citarum Harum, Senin 18 November 2019, di Sekolah Al Ma’soem jalan Raya Cipacing Cileunyi Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Gelaran sosialisasi ini diikuti ratusan siswa-SMP, SMA dan beberapa mahasiswa di lingkungan Sekolah Al Ma'soem didampingi Ketua Yayasan Al Ma’soem Ceppy Nasahi Ma’soem, Kepala Sekolah SMP Al Ma’soem Udin Nashruddin, dan Kepala Sekolah SMA Al Ma’soem Deni Purwadi.

DanSektor 21 dihadapan ratusan siswa memaparkan tentang seluk-beluk cakupan dan tujuan program Citarum Harum, yang disertai segudang dampak permasalahan bagi sedikitnya 28 juta penduduk di separ bantarannya yang memanjang di seputar 12 kabupaten-kota di Jawa Barat, termasuk DKI Jaya.

"Terbitlah Perpres No.15 tahun 2018 tentang revitalisasi DAS (Daerah Aliran Sungai) Citarum. Domimasi permasalahan sungai ini adalah sampah, limbah industri, kotoran hewan dan manusia, serta sedimentasi sungai,” kata Yusep Sudrajat dengan penekanan - ”Masalah utama adalah soal sampah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kita. Sejak dulu tak pernah tuntas."

Persoalan di lapangan menurut Yusep Sudrajat yang sedikitnya telah mengecor 85 saluran air buangan olahan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) pabrik yang tidak memenuhi  syarat, sejak awal 2018 dari 1.200 pabrik yang diawasinya:

“Masyarakat sepertinya sudah terbiasa membuang sampah ke selokan dan aliran sungai.  Kebiasaankeliru ini, sekarang harus kita ubah.  Idealnya, sampah dikelola mulai dari rumah, dipilah dan dipilih,” ujarnya dengan penjelasan lanjutan -" “Sampah yang masih bisa dimanfaatkan seperti plastik, sebaiknya dikelola dan tidak dibuang ke sembarang tempat."

Sementara itu Ketua Yayasan Al Ma’soem Ceppy Nasahi Ma’soem mengungkapkan, pihaknya bersyukur DanSektor 21 berkesempatan menambah wawasan, tentang apa itu program Citarum Harum.

"Tadi itu betapa antusias siswa kami berdiskusi dan menyambut baik ajakan Pak Yusep Sudrajat, memerangi sampah pencemar sungai Citarum. Yakinlah, pengalaman ini akan berdampak positif bagi masa depan para siswa kami, pun masa depan sungai Citarum yang harus terbebas dari label sebagai salah satu sungai terkotor sedunia," pungkasnya.

Penulis: Harri Safiari
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com