18 Mar 2021 | Dilihat: 893 Kali

Demi Peradaban, Aktivis Referendum Minta Hentikan Proyek IPAL di Gampong Pande

noeh21
Ket Foto: Darnisaf Husnur akrab disapa Bang Saf, aktivis Referendum 1999
      
IJN - Banda Aceh | Publik dihebohkan dengan pro-kontra pembangunan Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande, Kota Banda Aceh yang dinilai akan merusak nilai sejarah peradaban Islam. 

"Kami sebagai rakyat, meminta kepada pihak terkait untuk segera menghentikan proyek pembangunan Pengolahan Air Limbah tersebut,"kata Darnisaf Husnur akrab disapa Bang Saf, Kamis 18 Maret 2021.

Bang Saf mantan aktivis Referendum 1999 itu mengecam keras dan menolak pembangunan IPAL di Gampong Pande. Pasalnya di daerah tersebut banyak terdapat bukti peninggalan sejarah masa Kerajaan Aceh. "Gampong Pande memiliki nilai sejarah yang kuat masa Kerajaan Aceh, yang diakui oleh para peneliti dunia serta bisa dibuktikan dengan batu nisan raja dan Ulama,"tegas Bang Saf.

Baca Juga:  Proyek IPAL Gampong Pande Merusak Jejak Peradaban Islam

Menurut Bang Saf, situs-situs sejarah Gampong Pande sudah mendapat pengakuan dari dalam Negeri maupun Luar Negeri

Namun, Bang Saf mempertanyakan mengapa masih ada yang mengatakan bahwa itu bukan situs sejarah kerajaan Aceh masa lalu.

Ia menilai orang yang mengatakan bahwa itu (Gampong Pande - red) bukan situs sejarah kerajaan Aceh, ialah orang yang sengaja ingin menghilangkan bukti bahwa Aceh adalah sebuah Negara dimasa lalu, dan diduga ada pesanan dari pihak tertentu yang ingin mengeruk keuntungan dari segi finasial walaupun tanpa moral. 

Baca Juga: Proyek IPAL di Gampong Pande: Berhenti Atau Pindah

"Masih ada solusi, kami kira kalau memang proyek itu harus dilaksanakan seperti mencari tempat lain yang tidak ada situs sejarah Aceh,"katanya

Ia meminta agar situs-situs sejarah di Gampong Pande berdiri sendiri dengan tidak mengganggunya 

Ia mengungkapkan alangkah celakanya bila dijadikan kuburan para 'Ulama' sebagai tempat buang kotoran manusia (najis), situs sejarah yang seharusnya dapat dijaga dan dirawat demi anak cucu mendatang. "Jangan sampai dengan adanya proyek IPAL, generasi mendatang lupa dengan peradaban Islam di Aceh, akibat hilangnya situs sejarah karena Proyek IPAL," ungkap Bang Saf

"Maka dari itu, kita meminta Proyek IPAL Gampong Pande dihentikan, atau pindahkan ke lokasi lain,"tutupnya


Penulis: Hendria Irawan
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas