17 Juli 2019 | Dilihat: 351 Kali
Demo Kantor Wali Kota Bogor, Lima Poin yang Disampaikan Mahasiswa
noeh21
Mahasiswa demo di kantor Wali Kota Bogor. Foto Ruddy Setiawan
 

IJN - Bogor | Puluhan mahasiswa dari Aliansi BEM se-Bogor Raya melakukan aksi demonstrasi di depan Balaikota Bogor, Rabu 17 Juli 2019. Aksi demo mahasiswa diawali dengan longmarch, sampai kemudian berorasi di depan Balaikota Bogor, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bogor. 

Aksi unjuk rasa ini mereka lakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan Dedie A Rachim, karena dinilai terlalu banyak pencitraan dari pada bekerja untuk rakyat.

Dalam aksinya itu, mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan "Tidak Butuh Citra, Butuh Kerja Nyata".

Aksi yang dilakukan itu membawa lima poin (tuntutan) penting untuk diaudiensi dengan Bima Arya. Pertama, tuntaskan pembangunan Ply Over Martadinata pada bulan Desember 2019.

Kedua, penyelesaian proyek Masjid Agung. Ketiga, peningkatan kualitas dan mutu pendidikan. Keempat, relokasi zona PKL. Kelima naturalisasi Ciliwung dari hulu ke hilir.

Koordinator BEM se-Bogor Raya, M. Muktar dalam orasinya mengatakan, Ini adalah bentuk langkah kita terhadap pemerintah dan bangsa Indonesia, tidak benar bawa aksi-aksi kita di anggap tidak baik, kita melaksanakan aksi ini murni.

“Segera tuntaskan permasalahan di Kota Bogor, khususnya lima poin yang kita bawa agar masyarakat bisa merasakan kerja yang nyata dari Pemkot Bogor,” ujarnya.

Penulis : Ruddy Setiawan
Editor : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com