IJN - Aceh Timur | Warga Desa Dama Pulo, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur mengeluh akibat jalan di Desa tersebut berlumpur. Hal itu terjadi diduga akibat penambangan galian C yang beroperasi di kawasan tersebut.
Pantauan Indojayanews.com di lapangan, jalan berlumpur layaknya seperti kubangan kerbau itu terjadi di Dusun Lampaseh. Sejumlah kendaraan yang melintas bahkan terjebak dikawasan tersebut.
Pasalnya, rusaknya jalan di Dusun Lampaseh, Desa Dama Pulo sudah berlangsung lama, apalagi dengan kondisi musim hujan membuat kondisi jalan di Dusun tersebut semakin parah.
Mirisnya, kegiatan penambangan galian C berupa tambang tanah tersebut diduga milik Keuchik (Kepala Desa red-) setempat.
Salah seorang warga Desa Dama Pulo yang enggan disebut namanya kepada Indojayanews.com, Kamis, 05 Januari 2023 mengatakan, pemilik galian C tetap saja beroperasi meskipun kondisi jalan seperti kubangan.
“Kejadian seperti itu sudah berlangsung lebih kurang dua tahun lamanya, dan saat ini sangat menganggu warga yang ada di Dusun Lampaseh, jalan menjadi rusak karena pengangkut galian C yang melintas," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, padahal jalan ini merupakan penunjang ekonomi warga, dan dilintasi oleh anak-anak hendak saat berangkat ke sekolah, dan pemilik galian C yang merupakan Keuchik tersebut sudah berjanji untuk memperbaiki jalan, akan tetapi sampai saat ini jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.
"Pada saat duduk rapat bersama warga di Meunasah, Keuchik berjanji akan menanggung dan memperbaiki jalan tersebut seratus persen, sampai saat ini lebih kurang dua tahun lamanya galian C beroperasi tapi jalan di Dusun tersebut masih seperti kubangan kerbau," ujarnya.
"Kami warga sudah berapa kali mengadu ke tuha peut maupun ke perangkat lainnya, tapi tidak ada tanggapan apa-apa, kami ini harus mengadu kemana lagi warga sudah resah dengan adanya galian C tersebut," ucapnya.
Indojayanews.com berusaha memintai konfirmasi kepala desa setempat melalui sambungan telefon, namun tidak terhubung dan belum memperoleh jawaban hingga berita ini disiarkan.
Penulis : Mhd Fahmi