26 Februari 2019 | Dilihat: 742 Kali
Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Diminta Transparan Dalam Pengelolaan Lahan Parkir
noeh21
Kepala Perwakilan YARA Kota Banda Aceh Datuk Haji Embong. Foto: Dok IJN
 

IJN - Banda Aceh | Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh mendapat sorotan dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Banda Aceh terkait adanya dugaan 'permainan' dalam hal pengelolaan lahan parkir di wilayah Kota Banda Aceh. YARA menduga ada yang tidak beres dengan kebijakan yang dikeluarkan dinas tersebut dalam pengelolaan lahan parkir.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan YARA Kota Banda Aceh Datuk Haji Yuni Eko Hariatna atau Datuk Haji Embong kepada Redaksi Media Indojayanews.com (IJN) usai menerima aduan dari Ibrahim (47), salah satu pengelola sekaligus juru parkir di wilayah Banda Aceh, yang mengadukan nasibnya kepada lembaga advokasi hukum tersebut karena merasa dipermainkan dinas terkait.

"Kita meminta Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh supaya transparan dalam pengelolaan lahan parkir di wilayah Kota Banda Aceh. Jangan sampai kasus pengelolaan parkir ini mendatangkan malapetaka di kemudian hari," ujar Datuk Haji Embong.

Ibrahim, saat ditanya Redaksi IJN, mengaku telah bekerja selama 12 tahun mengelola lahan parkir secara baik dan tetap membayar setoran kepada dinas dimaksud, namun dia merasa aneh karena Dinas Perhubungan memutuskan kontrak sepihak dengan dirinya tanpa ada peringatan sebagaimana mestinya.

"Saya memang mendapat surat peringatan karena telat membayar, tapi saya selalu membayar walaupun telat. Dan dinas memutuskan kontrak sepihak dengan alasan karena sudah 3 (tiga) kali diingatkan, padahal saya cuma mendapatkan peringatan sekali saja, dan saya cuma telat 2 (dua) hari dari batas waktu yang ditetapkan berakhir," ungkap Ibrahim.

Dihadapan wartawa IJN didampingi Datuk Haji EMbong, Ibrahim mengakui memang bersalah karena telat 2 (dua) hari dari batas waktu yang ditentukan, namun ia beralasan karena saat itu sedang membutuhkan uang untuk biaya sekolah anak. "Saya saat itu telat membayar ya, bukan tidak membayar. Telat bayar karena saat itu baru saja mengeluarkan uang untuk biaya sekolah anak," jelasnya.

Ibrahim pun merasa aneh dengan tindakan pemutusan kontrak oleh Dinas Perhubungan Banda Aceh terhadap dirinya. Ia menduga ada permainan antara Kabid Perhubungan bidang Parkir dengan pihak tertentu untuk mendapat keuntungan dari pengelolaan lahan parkir tersebut.

"Makanya saya minta bantuan YARA supaya kalau bisa memperhatikan masalah pengelolaan parkir ini. Saya tidak terima diputuskan kontrak begitu saja. Saya duga Kabid bidang parkir ini bermain dengan pihak tertentu," tuturnya.

Datuk Haji Embong menambahkan, dirinya bersama tim YARA akan melakukan investigasi terkait adanyan dugaan 'permainan' dalam pengelolaan lahan parkir di Banda Aceh. "Jika nanti terbukti ada permainan dalam pengelolaan lahan parkir, maka akan kita permasalahkan. Jangan sampai ulah oknum tertentu di dinas mendatangkan konflik dan merugikan masyarakat yang mencari sesuap nasi," pungkasnya.

Redaksi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com