05 April 2020 | Dilihat: 1205 Kali
DPRA minta Pemerintah Aceh Bagikan Masker Untuk Masyarakat
noeh21
Tarmizi, SP Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Aceh (PA).
 

IJN - Banda Aceh | Mulai hari ini tanggal 5 april 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan untuk memakai masker setiap keluar dari rumah.
 
Juru Bicara Khusus Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menegaskan, sesuai anjuran WHO, maka masyarakat diminta mulai menggunakan masker jika berpergian ke luar. Hal tersebut dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Minggu 5 April 2020.
 
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Prof Wiku B. Adisasmito menyebut, masker kain dianjurkan untuk digunakan masyarakat saat berada di tempat umum dan saat berinteraksi dengan orang lain.
 
Hal yang sama, Tarmizi, SP Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Aceh (PA) meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah daerah untuk fokus mencarikan masker dan membagikan kepada masyarakat yang tidak mampu, walaupun hanya masker kain.
 
"Masker sedang langka, kalaupun ada harganya juga sangat luar biasa tinggi. Sekarang jangankan untuk masyarakat untuk tenaga medis saja kurang," kata Tarmizi kepada Indojayanews.com.
 
Lanjutnya, di RSUDZA juga kekurangan masker, sehingga direktur rumah sakit berinisiatif memesan masker kain 7000 lembar, walaupun masker kain tidak sama dengan masker bedah, dan juga ada anjuran untuk dicuci setiap hari pemakaian. Tapi mudah dicuci dengan deterjen, cepat kering dijemur dan lebih baik daripada tidak sama sekali.
 
"Pemerintah bisa memesan masker kain kepada penjahit di Kabupaten masing-masing, sehingga akan membantu pendapatan para penjahit yang saat ini umumnya sedang menganggur," ungkap Tarmizi.
 
"Saya meminta kepada masyarakat yang ada uang, dan ada jaringan untuk tidak membeli masker N95. Karena masker N95 atau masker bedah khusus untuk tenaga medis. Di DKI juga ada himbauan dari Gubernur untuk tidak menggunakan masker tersebut, karena saat tenaga medis butuh, tidak ada lagi masker," pintanya Tarmizi.
 
Tarmizi menambahkan, setiap keluar rumah harus memakai masker guna untuk antisipasi penularan Covid-19, karena kebiasaan kita sering memegang muka dan saat bersin sering lupa tutup mulut sehingga rentan terjadi penularan.
 
"Alhamdulillah di Aceh jumlah yang positif tinggal satu orang lagi, 3 orang dinyatakan sembuh. Namun perlu di ingat, jumlah ODP semakin meningkat dan kita tidak bisa mengetahui OTG (Orang Tanpa Gejala)/Asymptomatic. Mereka sehat, padahal sudah terinfeksi tapi karena daya tahan tubuhnya kuat maka mereka seperti orang normal," jelasnya.
 
"Ikhtiar untuk mencegah harus terus dilakukan seperti memakai masker, selalu mencuci Tangannya menggunakan sabun dan menjaga kesehatan dengan selalu mengkonsumsi vitamin C dan vitamin E yang bisa juga didapatkan pada buah seperti buah Jambu Biji, jeruk, brokoli, kiwi," tutup Tarmizi.
 
Penulis : Hendria
Editor    : Mhd Fahmi
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com