03 April 2020 | Dilihat: 2558 Kali
DPRA: Pemerintah Aceh Segera Cabut Pembatasan Jam Malam
noeh21
M Rizal Fahlevi Ketua Komisi V DPR Aceh. Foto Hendria
 

IJN - Banda Aceh | Pasca diberlakukannya pembatasan jam malam oleh Pemerintah Aceh menuai kritikan dan keluhan dari berbagai kalangan masyarakat terutama pedagang.

M. Rizal Falevi, Ketua Komisi V DPR Aceh menilai pemberlakuan jam malam hanya menyusahkan rakyat saja, karena dinilai tidak mempunyai dampaknya dalam memotong rantai meluasnya wabah Covid-19. Sebaiknya dicabut saja Jam malam oleh pemerintah Aceh.

"Pemerintah Aceh seharusnya bersikap tegas dan segera menutup jalur masuk ke Aceh, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara, yang sejauh ini telah di identifikasi sebagai faktor dominan masuknya wabah Virus tersebut," kata Fahlevi kepada media indojayanews.com, Jumat 3 April 2020.

Fahlevi juga mengingatkan, seharusnya Pemerintah Aceh  untuk segera mempersiapkan tempat karantina untuk PDP dan ODP serta sambil menunggu hasil SWAB, sesuai standar anjuran WHO dan juga meningkatkan ketersediaan alat medis bagi rumah sakit dan petugas garda satu, bukan malah menyiapkan kuburan massal.

"Pemerintah Aceh harus mempunyai skema yang detail dan strategis untuk mengatasi wabah Virus berbahaya tersebut, serta harus dilihat penting melibatkan semua stakeholder terkait, " tegas Fahlevi.

"Kami banyak menerima pengaduan masyarakat terkait pemberlakuan jam malam yang saat ini telah menghancurkan ekonomi mereka, kebanyakan masyarakat menginginkan kebijakan tersebut harus segera dihentikan karena tidak gunanya," katanya.

Lanjut Fahlevi, masa konflik sudah berlalu, dan virus itu bukan makhluk malam yang harus dijaga, jadi buatlah kebijakan yang tepat bukan asal ada perintah saja.

"Jam malam dapat berakibat masyarakat kurang gizi karena tidak ada pendapatan lagi, pemerintah Aceh pun tidak menyediakan bantuan makanan yang bergizi untuk masyarakat," tutup Fahlevi.

Penulis : Hendria

Terkait

Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com