17 Oktober 2022 | Dilihat: 378 Kali
11 Wanita dan Botol Miras Diamankan di Ule Lheue
DPRK Dorong Forkopimda dan Penegak Hukum Berantas Perederan Miras di Banda Aceh
noeh21
Tuanku Muhammad Anggota DPR Kota Banda Aceh, Foto: Hendria Irawan/IJN
 

IJN - Banda Aceh | Sebanyak 11 wanita beserta botol bekas minuman keras (miras) diamankan oleh Muspika Meuraxa, Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh serta Pemuda Kecamatan Meuraxa di bundaran Pelabuhan Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Minggu dini hari (16/10). 
 
Sebelas wanita dan botol bekas miras jenis anggur di seputaran bundaran Ulee – Lheue itu kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH Banda Aceh.
 
Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Tuanku Muhammad S.Pd. I. M.Ag mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut masih terjadi di Aceh.

Baca juga : Petugas Amankan 11 Wanita Beserta Botol Miras di Ulee Lheue Banda Aceh
 
"Sangat disayangkan para wanita kalangan remaja ini masih berkeliaran hingga malam hari, apalagi mereka merupakan generasi muda Aceh yang akan menjadi seorang ibu dan melahirkan generasi Aceh, ini sangat kita sangat sayangkan,"kata Tuanku Muhammad dalam keterangannya melalui via seluler kepada IndoJayaNews.com, Senin, 17 Oktober 2022.
 
Terkait temuan botol miras, lanjut Tuanku Muhammad, pihaknya belum dapat memastikan apakah sejumlah wanita itu ada mengonsumsi minuman keras. 
 
"Kita tidak tau apakah mereka ada mengonsumsi miras, namun jika wanita tersebut ada mengonsumsi miras di Pelabuhan Ulle Lheue, maka ini sangat disayangkan," ujarnya.

Baca juga : Wali Kota Bicara Soal Cewek Seksi tanpa Hijab Gowes di Kota Gemilang
 
Ketua Fraksi PKS di DPRK Kota Banda Aceh itu berharap Pemerintah Kota untuk terus memperbanyak kegiatan razia secara rutin ditempat yang disinyalir terjadi pelanggaran syariat Islam. 
 
"Kita hari ini sangat mengapresiasi petugas Satpol PP-WH Kota Banda Aceh, Kapolsek Ulee Lheue dan petugas gabungan lainnya yang telah melakukan razia rutin di malam hari, razia ini sangat penting guna mengurangi jumlah pelanggaran syariat Islam dan kita sangat mendukung razia yang dilakukan di Kota Banda Aceh," sebutnya. 
 
Selain itu, Tuanku Muhammad juga meminta pihak terkait untuk mengungkapkan temuan miras pada wanita tersebut. "Harus segera diungkap dimana mereka membeli minuman keras itu,"pinta dia.
 
Tuanku juga mendorong Forkopimda Kota Banda Aceh segera duduk bersama membahas perihal peredaran Miras di Banda Aceh. "Siapapun yang mengedarkan minuman keras harus ditindak sesuai dengan aturan dan Undang-undang yang berlaku,"tegasnya.

Baca juga : Bang Saf: Islam Tidak Bisa Direndahkan dengan Materai 6000
 
Ia mengaku dimasa pimpinan Walikota Illiza Sa'aduddin Djamal portal pelabuhan Ulle Lheue sempat ditutup di malam hari sebelum Magrib. Namun, dimasa jabatan Aminullah Usman melalui Dinas pariwisata mencoba membuka kembali pelabuhan Ulee Lheue untuk pemulihan ekonomi.
 
"Kita sangat setuju dengan pemulihan ekonomi, apalagi saya di Komisi II DPRK Banda Aceh sangat mendukung, namun kita juga meminta Pemko untuk memperketat pengawasan di pelabuhan Ulee Lheue, agar tidak ada remaja berkeliaran di Pelabuhan Ulle Lheue dimalam hari, sehingga kejadian serupa tak terulang kembali dan ini harus dipikirkan, bagaimana Syariat Islam tetap jalan dan ekonomi masyarakat bisa hidup dan tumbuh,"ucap Tuanku Muhammad.

Baca juga : Warga Perumahan Care Gerebek Mahasiswa Kumpul Kebo
 
Pihaknya juga meminta Dinas Syari'at Islam agar pro-aktif menyampaikan dakwah- dakwah dan mengingatkan kembali para keluarga agar mendidik para remaja di Kota Banda Aceh. Selain itu, perlu peran Rektor dan akademisi kampus di Kota Banda Aceh dalam hal penerapan syariat Islam.
 
"Butuh dukungan semua elemen dan stackholder untuk bergerak menjaga generasi Aceh tidak menjadi generasi yang hancur dan kita juga memberi apresiasi ke warga dan pemuda kecamatan Meuraxa dalam menjaga wilayah dari pelanggaran syariat Islam, namun kita mendorong aparat penegak hukum memberantas peredaran miras di Banda Aceh,"demikian tutupnya
 
 
 
Penulis: Hendria Irawan
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Mesjid, Punge Ujung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh.
Email : redaksiindojaya@gmail.com
Telp. 0821-6735-4345 - 0811 681 450


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com