21 Desember 2018 | Dilihat: 1141 Kali
Eka Santosa Terkait OTT KPK KONI & Kemenpora: Dugaan, Sama dengan KONI Jabar
noeh21
Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olah Raga) Jabar, Eka Santosa baju putih sebelah kanan.
 

IJN – Bandung | Eka Santosa, Ketua FPOR (Forum Penyelamat Olah Raga) Jabar ditemui di kediamannya Kawasan Eko Wisata dan Budaya Alam Santosa di Pasir Impun, Cimenyan Kabupaten Bandung, mengomentari terkait OTT (Operasi Tangkap Tangan) oleh KPK atas oknum KONI dan Kemenpora di Jakarta (18/12/2018) lalu.

“Kita seakan dikejutkan oleh OTT KPK yang melibatkan 3 orang dari Kemenpora dan 2 dari KONI (Pusat). Saya sih tak begitu terkejut. Dugaan sejak awal pola ini terjadi di Jabar. Silahkan cek saja, makanya kondisi KONI Jabar seperti sekarang tak berketentuan” paparnya kepada IJN, Jumat 21 Desember 2018.

Eka yang juga mantan Ketua KONI Jabar (2002 – 2006) kembali menyinggung, materi yang telah dilaporkan ke Gubernur Jabar baru-baru ini. Menurutnya, sejak awal KONI Jabar di bawah kepemimpinan Ahmad Saefudin pada 2014 – 2018. Kemudian dilanjutkan dengan sarat dugaan sejumlah rekayasa pemilihannya periode 2018 – 2022

"Tafsirkanlah, dugaan di Jabar sama, "ujarnya Kala ditelisik soal dugaan pola di KONI Jabar.

“Ini nyata-nyata sejak awal cacat hukum. Yang dilanggar itu UU SKN, UU TNI, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Coba saja cek dalam pemberitaan saya selaku Ketua FPOR," katanya.

Selanjutnya, Eka yang mewanti-wanti Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang akrab sapa Kang Emil, berharap bukan sekedar pelanggran peraturan atau undang-undang belaka, juga ada pertangung-jawaban keuangan.

”Ke Kang Emil di luar pelanggran peraturan dan undang-undang itu ada sejumlah pertanggung-jawaban keuangan sejak awal kepemimpinan (Ahmad Saefudin) termasuk transisi dari Ketua KONI Jabar yang meninggal (H Azis Syarif). Sampai sekarang belum ada audit internal. Akumulasi diduga mendekati Rp. 1 Triliun. Ya, sekitar Rp. 945 milyar. Nanti, ada penjelasan khusus soal ini,” tutur Eka yang kala itu sedang menikmati sirih pinang dengan dua tamunya mahasiswa Papua yang sedang melanjutkan study di Bandung. 

Ketika ditanyakan tentang progress yang sebagian dugaan itu telah dilaporkan ke pihak berwenang. ”Memang aneh dugaan penyelewengan di KONI Jabar ini, faktanya bukan OTT KPK. Jadinya, baru sebatas pemanggilan dari yang diduga terlibat. Masa sih, seperti ini terus? Makanya, Pak Gubernur segeralah bersikap dan mengambil tindakan, demi kemajuan olah raga di Jabar,"  lagi papar Eka sambil menjulurkan lidah ke tamunya yang  sudah berwarna merah - "Nah, kalau sudah merah begini sudah jadi tuh saya seperti orang Papua." (Harri Safiari)

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com