16 Sep 2020 | Dilihat: 630 Kali
Gelar Aksi Damai, Gabungan Ormas Minta Bimtek di Aceh Timur Diusut dan Dihentikan
Sejumlah ormas di Aceh Timur saat melakukan aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Timur.
IJN - Aceh Timur | Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Barisan Rakyat Peduli Keadilan (BRPK) Aceh Timur menggelar aksi damai di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Timur, Rabu, 16 September 2020.
Dalam aksi unjuk rasa yang dikawal aparat keamanan dari Polres Aceh Timur itu, orator massa menyampaikan sejumlah tuntutan.
Mereka meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk mengusut tuntas dan menghentikan bimbingan teknis (Bimtek) peningkatan aparatur perangkat desa yang dilaksanakan Lembaga Pengembangan Aparatur Negara (Lempana) asal Medan, Sumatera Utara di The Royal Hotel Idi.
Bimtek ini juga menuai kritikan dari berbagai ormas di Aceh Timur, karena biaya kegiatan yang diikuti satu sampai tiga orang aparatur per desa di Aceh Timur itu menelan dana sebesar Rp 5 juta per orang.
Dalam orasinya mereka juga meminta kepada Kejari Negeri Aceh Timur untuk mengusut tuntas bimtek aparatur perangkat desa tersebut.
"Untuk bapak Kajari ketahui dimasa pandemi saat ini kami terus berjuang meskipun nyawa taruhan kami, penyakit didalam diri kami. Tapi ini kami lakukan untuk masyarakat yang kita cintai," ujarnya.
Sementara itu Ketua FPI Aceh Timur, Abi Nazar dalam orasinya mengatakan, hari ini pihaknya dari kalangan masyarakat dan ormas untuk menuntut keadilan yang seadil-adinya untuk memproses bimtek aparatur perangkat desa.
"Semenjak wabah virus corona berbagai macam penindasan ketidakadilan dan kesengsaraan yang dirasakan oleh masyarakat, memang corona itu ada kita hari ini mengikuti protokol kesehatan. Tapi hari ini juga ada oknum-oknum yang bermain yang melanggar protokol kesehatan," ucapnya.
Abi Nazar juga menambahkan, hari ini pihaknya menuntut keadilan seadil-adilnya.
"Apapun ketidakadilan baik itu masalah bimtek maupun masalah corona dan masalah orang gila yang mau membunuh ulama kita semua itu harus berlaku adil," terangnya.
Penulis : Mhd Fahmi