04 Agustus 2019 | Dilihat: 278 Kali
Giliran LSM LEPASP Kritik Kunker DPRK Subulussalam
noeh21
 

IJN | Subulussalam - Keberangkatan anggota DPRK bersama eksekutif ke Bandung, Jawa Barat dalam rangka kunjungan kerja (kunker) yang menelan anggaran ratusan juta menuai kritikan dari berbagai elemen.

Salah satunya adalah Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kota Subulussalam yang meminta kedua lembaga itu untuk membatalkan kunker ke Bandung karena dinilai hanya rekreasi perpisahan yang terkesan melakukan pemborosan ditengah kritisnya keuangan Pemko Subulussalam saat ini.

Selain YARA, kritikan juga datang dari Ketua Ketua Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik (Lepasp) Kota Subulussalam, Pak Kandong Maha, SP, M. AP Melalui rilisnya, Jumat 2 Agustus 2019, Pak Kandong mengatakan bahwa pihak legislatif dan eksekutif sudah terlalu sering melakukan kunker tapi minim manfaat. 

Eksekutif dan legislatif seharusnya paham keadaan saat ini, jangan asik kunker saja menggunakan uang rakyat " Apa manfaat nya sama rakyat atas kunker itu. Tidak ada sama sekali " kata Pak Kandong.

Pak Kandong pun mencontohkan kunjungan anggota dewan dan eksekutif ke Aceh Tamiang dengan topik CSR. Namun, sampai menjelang berakhirnya masa jabatan anggota DPRK periode 2014-2019 qanun CSR belum di sahkan " itu salah satu contoh. Masih banyak lagi kunjungan eksekutif dan legislatif ke luar daerah dengan berbagai topik tapi hasilnya tidak nyata ke masyarakat " ungkapnya.

 Seharusnya, tambah Pak Kandong pemerintah melakukan penghematan keuangan daerah sekalipun agenda kunker tersebut sudah dianggarkan pada APBK tahun ini " Kepada Walikota dan Ketua dewan agar dapat membatalkan kegiatan tersebut dan anggaran kunker dialihkan untuk kepentingan masyarakat yang lebih menyentuh. Apalagi sampai saat ini perubahan APBK tahun 2019 belum dilakukan sehingga bisa di peruntukan yang lebih urgen " tambahnya.

Penulis : AB
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com