06 April 2019 | Dilihat: 124 Kali
GISS Kembali Digelar di Universitas Muhammadiyah Sukabumi
noeh21
Jamaah GISS muhammad.foto Antoni Riansyah
 

IJN - Sukabumi | Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GISS) kembali melaksanakan kegiatan subuh berjama’ah bersama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu 6 April 2019 pagi.

Sebelum dilaksanakan sholat Shubuh berjamaah diawali dengan Kiyamullail atau tahajjud yang dipimpin oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

Ustadz Abu Sa'ad dalam ceramahnya mengatakan, Dunia dan isinya tentu ada yang menciptakan, siapakah yang menciptakannya, dialah Allah SWT, Siapakah Allah itu, Allah menjelaskan Wujudnya melalui firman-nya yang di tulis melalui Wahyu dan dikemas menjadi Kitab, itulah Al-Qur'an.

“Bagaimana kita yakin bila isi Al-Qur'an itu memang Wahyu dari Allah kepada manusia, Allah meyakinkan kita melalui isi yang terkandung didalam Al-Qur'an dengan jelas menerangkan kejadian sebelum adanya manusia, sesudah ada manusia dan sampai dengan kehidupan setelah manusia wafat (meninggal),” ujar Ustadz Abu Sa'ad.

Ustadz Abu Sa'ad menambahkan, Penyesalan kita akan perbuatan selama didunia akan terjadi ketika diakhirat, salah satu contohnya adalah telah membelanya kita, memilihnya kita pemimpin yang justru telah menyesatkan kita umat Islam.

“Maka persiapkan diri kita sejak saat ini yang sudah mendekati Pilpres, agar memilih pemimpin nantinya bukan hanya untuk menyelamatkan kita 5 tahun kedepan, tetapi menyelamatkan kita Dunia dan akhirat,” ucapnya.

Menurutnya, urusan Politik, Ekonomi, urusan apapun di dunia tidak boleh lepas dari Aturan Allah SWT, sebab apa yang kita perbuat selama didunia akan di hisab dan diminta pertanggung jawabannya kelak diakhirat, termasuk memilih pemimpin yang kerap berbohong, pemimpin yang munafik.

“Mari kita kuatkan hati, untuk kita tahu dan paham kita ada di dunia ini dari mana, untuk apa dan mau kemana, maka jawabannya adalah kita semua mau menuju kepada Syorganya Allah,” paparnya.

Sementara itu KH Muhammad Al-Khaththath juga menyampaikan, Ada 3 (Tiga) ikhrar dari GISS yang menjadi tujuan utama dibentuk nya pergerakan ini sejak Agustus 2016 lalu, yaitu GISS Bertekat untuk mengajak keluarga, tetangga, kerabat disekitar kita untuk pergi ke masjid.

“GISS Bertekat pergi ke masjid tidak sendirian, mengajak semua orang Islam, agar kita dapat keluasan pahala, GISS memiliki pencapaian target agar jumlah jama'ah shalat subuh sama dengan jumlah jama'ah ketika shalat Dzuhur,” ujar KH Muhammad Al-Khaththath.

Menurutnya, untuk membangun sebuah kesuksesan dalam setiap kegiatan didunia, Rasulullah mengatakan dalam beberapa doa dan sabdanya yaitu mengawali suatu kegiatan dengan shalat Subuh dan waktu Subuh.

“Insya Allah ada banyak kebaikan dan keberkahan dari Allah bagi mereka yang secara berjamaah bersama-sama untuk melaksanakan shalat subuh di Masjid,” ungkapnya.

Dimasa Kampanye Politik saat ini, lanjutnya, Sistem saya ini (GISS) akan dapat mensukseskan bagi salah satu Paslon Capres-Cawapres jika mereka mau memakainya guna meraih masa suara, dalam hal ini saya menyerahkan kepada masing-masing Paslon Capres-Cawapres saja, siapa yang mau memakainya.

“Situasi Pilpres maupun Pileg pada tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ini bukan hanya pertarungan antara kandidat Capres-Cawapres saja, saat ini juga pertarungan Dua Negara Adi Daya yaitu Amerika dan Cina untuk bersaing menguasai Asia Pasifik,” paparnya.

Oleh sebab itu, tambahnya, kita harus paham dan mengerti siapa yang benar-benar pantas untuk kita pilih nantinya sebagai Presiden RI, sebab pilihan kita akan membawa nasib Indonesia kedepan.

“Saya mau tanya kepada kita semua yang ada disini, apakah kita umat Islam mau dengan keadaan yang seperti ini terus? Kalau iya, maka lanjutkan pilihan kita pada orang yang saat ini menjabat, tapi jika kita memang ingin ada perubahan dalam Islam, perubahan kesejahteraan rakyat, maka Yang saat ini menjabat harus diganti,” ucapnya.

Penulis : Antoni Riansyah
Editor : Mhd Fahmi

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com