10 Mei 2020 | Dilihat: 459 Kali
GSPP Pertanyakan Nasib Nelayan Aceh Yang Ditahan di Thailand
noeh21
 

IJN - Aceh Timur | Ketua Gerakan Sosial Pemuda Pesisir (GSPP) Aceh Muhammad Kadri didampingi Kabag Humas GSPP Aceh, Muhammad Fahmi Zuhir, SH mempertanyakan bagaimana nasib para nelayan Aceh yang melaut menggunakan dua kapal tersebut ditangkap pada 21 Januari lalu. 
 
Kedua kapal KM Perkasa Mahera dan KM Voltus diduga terseret arus hingga hanyut ke perbatasan laut tiga negara, yaitu Indonesia, India dan Thailand.
 
"32 nelayan yang ditahan di Thailand ini adalah keluarga miskin. Anak istri mereka menunggu di kampung tanpa kejelasan nasib. Apalagi ini mau hampir hari raya idhul fitri, otomatis mereka juga ingin berkumpul dengan keluarga," ujar kadri.
 
Kadri juga mengharapkan seluruh anak buah kapal (ABK) yang ditahan segera mendapat pendampingan dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI).
 
"Semoga dengan adanya kepedulian pemerintah yang cepat, mereka yang ditahan ini bisa segera dipulangkan ke Aceh. Karena mereka melintasi batas laut bukan karena sengaja tapi karena hanyut dan terseret arus," imbuhnya.
 
"Mereka juga rakyat Aceh dan mereka juga warga Negera Indonesia, jadi pemerintah harus secepat mungkin mengurus mereka supaya bisa kembali ke Aceh dan ketempat keluarganya masing - masing," pungkas kadri.
 
Penulis : Mhd Fahmi
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com