22 Maret 2019 | Dilihat: 241 Kali
Hamdani : Miris Melihat Angka Kemeskinan Di Aceh Barat
noeh21
Ketua Perwakilan YARA Aceh Barat, Hamdani
 

IJN - Aceh Barat | Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat, Hamdani prihatin dengan angka kemiskinan di Kabupaten yang berjuluk Bumi Teuku Umar itu. 

Menurutnya angka kemiskinan yang mencapai 19.648 kepala keluarga (KK) tersebut, sangat tinggi bagi kabupaten tersebut. Apalagi jumlah KK secara keseluruhan di kabupaten tersebut hanya 57.020 KK.

Hamdani mengatakan, jika dipersentasikan angka kemiskinan di Aceh Barat dengan jumlah KK secara keseluruhan, maka jumlah penduduk miskin di kabupaten itu mencapai 30 persen lebih.

Melihat tingginya angka itu, Hamdani mendesak pemkab setempat serius dalam penanggulangan dan pengurangan angka kemiskinan di kabupaten yang saat ini dipimpin oleh Bupati Ramli MS. 

“Kami miris melihat angka kemiskinan di Aceh Barat yang mencapai 19.648 kk, dengan jumlah keseluruhan 57.020 kk. Ini sangat prihatin, pemkab harus mampu dorong anggaran APBK dalam pengentasan kemiskinan,” ujar Hamdani kepada media ini, Jumat 22 Maret 2019.

Hamdani juga mendorong Pemkab Aceh Barat jangan hanya bergantung  dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), seperti program PKH, rastra, KUBE dan dana stimulus pemberdayaan ekonomi dalam mengurangi kemiskinan. 

“Tapi harus mempunyai strategi khusus dari Pemkab melalui Program program andalannya ter khusus untuk menurunkan angka kemiskinan ini,” terangnya

“Pemkab harus bertangung jawab penuh dalam membiayai program melalui APBK dan tidak hanya bergantung pada APBN dan APBA,” tambahnya

Ia juga mempertanyakan besaran APBK Aceh Barat yang mencapai Rp 1,4 triliun tersebut, dikelola untuk kegiatan apa saja, sehingga angka kemiskinan di kabupaten itu masih tinggi.

“DPRK juga harus kritis dalam membaca Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Platfon Pengalokasian Anggaran Sementara (PPAS) sebelum disahkan menjadi APBK,” katanya

Lanjutnya, Termasuk memperhatikan Rencana Kerja Anggaran masing-masing dinas terutama dinas sosial. Dewan jangan hanya memperjuangkan aspirasinya saja. 

Selaian itu, ia juga mendesak Pemkab Aceh Barat untuk serius dalam melihat realiasi dana Coorporate Social Responsibility (CSR) setiap perusahaan. Seperti perusahaan perkebunan sawit, agar mendorong realisasi kebun plasma sejauh mana keseriusannya.

“CSR Mifa juga bagaimana realisasinya. Misal komitmen pada tahun 2018 dengan nilai Rp 9,8 miliar. Apa semua direlaisasi, karena CSR juga salah satu program penanggulangan kemiskinan,” ungkapnya

Dari keseluruhannya pada tahun 2018 yang lalu Sebanyak 18 perusahan di Aceh Barat menyatakan komitmen akan merealisasikan dana CSR tahun 2018 dengan total dana Rp 18 miliar lebih.Komitmen itu dibuktikan dengan penandatangan (MoU) antara pimpinan 18 perusahaan tersebut dengan Bupati Aceh Barat H Ramli MS. 

Hamdani mengharapakan kepada Pemkab Aceh Barat dan DPRK Aceh Barat agar ada rasa bertanggung jawab yang besar.

“Harapan kita kepada Pemkab dan DPRK Aceh barat agar mempunyai rasa tanggung jawab yang besar dan semangat yang tinggi dalam upaya pengetasan kemiskinan di bumi Teuku umar ini,” harapannya.

Penulis : Rudi H
Editor : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com