18 Januari 2021 | Dilihat: 344 Kali
Heboh Dana Hibah Capai 9,6 M, Direktur IDeAS  Pertanyakan Dana Covid 2,3 T
noeh21
Muzami Hs, Direktur IDeAS (Tengah)
 

IJN - Banda Aceh | Sepekan terakhir publik Aceh dihebohkan dengan pro dan kontra terkait dana hibah untuk 100 OKP dan beberapa Ormas di Aceh oleh Gubernur melalui Kepgub No.426/1675/2020 yang totalnya mencapai 9,6 miliar. Bahkan diketahui dana tersebut di SP2D-kan ke semua rekening lembaga tersebut akhir Desember lalu.

Menanggapi itu, Muzami Hs, Direktur Lembaga Kajian Institute for Development of Acehnese Society (IDeAS) kepada INDOJAYANEWS menyebut publik jangan hanya tergiring dan larut dengan gorengan (isu) dana hibah OKP saja yang nominalnya hanya 9,6 M, dari total sekitar 2,3 triliun pos anggaran Penanganan Covid yang bersumber dari APBA Refocusing 2020.

"Perlu kita tanyakan bersama, kemana dan untuk siapa saja dana 2,3 T tersebut dibelanjakan oleh pemerintah Aceh di tahun 2020,"sebut Muzami Hs, Direktur IDeAS, Senin 18 Januari 2021.

Muzami Hs mengaku pihaknya tidak mempersoalkan pemberian dana hibah untuk 100 OKP. "Menurut saya, semestinya Gubernur Aceh memberikan Dana Hibah bukan hanya untuk 100 OKP/Ormas saja, tapi untuk seluruh OKP/Ormas/LSM/Yayasan dan bahkan semua Dayah yang ada di Aceh, sehingga tidak muncul kecemburuan sosial dari berbagai elemen masyarakat Aceh terhadap 100 OKP penerima Dana Hibah itu,"jelas Direktur IDeAS.

Selain itu, Muzami Hs menjelaskan Gubernur Aceh harus tahu bahwa di Aceh terdapat sekitar 1.492 lembaga yang terdiri dari 836 Ormas, 376 LSM dan 280 Yayasan, dari jumlah tersebut yang sudah terdaftar di Badan Kesbangpol Aceh sekitar 781 Lembaga, berdasarkan data Kesbangpol. Bahkan saat ini terdapat sekitar 2 ribu lebih jumlah Dayah di Aceh, yang terdaftar di Dinas Pendidikan Dayah Aceh mencapai 1.136 Dayah berdasarkan data Disdik Dayah.

"Publik harus tahu bahwa realisasi keuangan APBA 2020 sampai 31 Desember hanya terserap 76,8 % dari total 15,8 Triliun APBA. Artinya, 23,2% APBA 2020 menjadi SiLPA yaitu sekitar 3,6 Triliun, berdasarkan data P2K APBA,"katanya.

Muzami Hs menyebut kalau memang Gubernur ingin melibatkan semua elemen masyarakat untuk membantu Pemerintah Aceh dalam penanganan Covid di Aceh, sebut saja, andaikata setiap lembaga di injeksi 100 juta pos anggaran Bansos Dana Hibah Covid, maka Pemerintah Aceh hanya butuh sekitar 200 sampai dengan 250 M untuk melibatkan seluruh lembaga tersebut (1.492 Ormas/LSM/Yayasan dan 1.136 Dayah) untuk membantu Pemerintah Aceh dalam upaya Penanganan dan pencegahan COVID-19 di seluruh Aceh.

Namun, kenapa tidak dilibatkan seluruh lembaga tersebut ? Padahal itu lebih baik dari pada men-SiLPA-kan APBA hingga mencapai 3 Triliunan lebih di akhir tahun 2020 lalu.

"Publik juga perlu mempertanyakan kepada Gubernur Aceh, bahwa kemana saja dan untuk siapa saja 1,5 Triliun Dana Bansos dampak ekonomi dibelanjakan selama tahun 2020, selain itu juga ada 20 Miliar lagi pos anggaran Bansos tidak terencana, serta 445 Miliar pos anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Ini seharusnya yang menjadi fokus sorotan kita semua sebagai masyarakat Aceh,"tutup Muzami Hs, Direktur IDeAS.

Penulis :  Hendria Irawan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com