20 April 2021 | Dilihat: 281 Kali
HGU Tidak Dimanfaatkan Perusahaan, Gubernur Aceh Lapor Menteri, Tarmizi SP: Bereh, harusnya dari dulu
noeh21
Tarmizi, SP (IJN/Foto)
 

IJN - Banda Aceh | Gubernur Aceh, Nova Iriansyah membahas sejumlah persoalan terkait percepatan pembangunan Aceh bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) bersama Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah Menteri terkait lainnya.

Rapat koordinasi tersebut turut di hadiri Menteri Perhubungan, Menteri ESDM, Menteri Perindustrian, Menteri PUPR, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pertanian, Menteri Agraria dan Tata Ruang, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam rakor secara daring itu, Gubernur melaporkan masih banyak perusahaan perkebunan yang sudah memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU) atas tanah di Aceh.

Namun, belum di manfaatkan lahan-lahan tersebut untuk ditanami dan mengembangkan perkebunannya. Pihaknya akan terus mendorong agar perusahaan yang telah memiliki HGU tersebut dapat segera memanfaatkan lahannya di Aceh.

Sebelumnya, anggota DPR Aceh, Tarmizi, SP sudah pernah mengingatkan Gubernur Aceh dalam sidang paripurna Penanda tanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2021 pada November Tahun lalu.

Pada sidang paripurna itu, Tarmizi meminta agar mengevaluasi semua perusahaan yang telah memiliki izin lahan baik di sektor perkebunan berupa HGU, maupun sektor pertambangan berupa IUP.

Bahkan, dalam UU Cipta Kerja jika perusahaan dalam waktu 2 tahun tidak mengerjakan, maka akan diambil alih oleh negara.

"Saya apresiasi Pak Gubernur karena telah melaporkan kepada Para Menteri di dalam Rakor. Saya juga minta Pak Gubernur melaporkan secara tertulis, berapa jumlah perusahaan yang telah menguasai tanah di Aceh. Berapa luas lahan dan berapa lama tanah tersebut dikuasai tanpa ada eksekusi,"kata Tarmizi, SP kepada INDOJAYANEWS.COM, Selasa 20 April 2021.

"Seperti di Aceh Barat sangat banyak perusahaan yang menguasai lahan di sektor pertambangan seperti AJB, Nirmala, IPE dan lainnya, yang tidak ada aktivitas pertambangan padahal sudah lama menguasai lahan,"ungkap Tarmizi.

Ia berharap itu agar harus di ultimatum jika tahun ini tidak dieksekusi lahannya dan masih di biarkan terbengkalai.

"Maka silahkan angkat kaki dari Aceh. Bek Lage Bing Bak Babah Bubee. Gob hanjeut ditamong, jih han dipubut. (Jangan Seperti Kepiting Dalam Pintu Bubu, lain tidak bisa masuk, dia tidak dikerjakan),"demikian tutup Tarmizi dengan logat bahasa Aceh. (Red)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com