23 Juli 2022 | Dilihat: 751 Kali
IMAM Minta Publik Sikapi Bijak Video Viral Pemuda Peminta Sumbangan
noeh21
Ikatan Muslimin Aceh Meudaulat (IMAM), Tgk Muslim At Thahiri. Foto. IST
 

IJN - Banda Aceh | Ikatan Muslim Aceh Meudaulat (IMAM) ikut menyikapi terkait viralnya video sejumlah pemuda peminta sumbangan di Kota Lhokseumawe, Sabtu 22 Juli 2022.

Sebelumnya, video dengan durasi 2.15 menit itu viral dan menjadi perbincangan publik Kota Lhokseumawe, terkait sejumlah oknum pemuda peminta sumbangan diduga dari Pesantren.

Dalam video durasi 2.15 menit itu, tampak sejumlah pemuda sedang mengenakan baju koko putih dan sebagai pemuda lainnya memegang kotak sumbangan di depan Kantor DLH Kota Lhokseumawe.

Dalam video itu disebutkan, terdapat anak perempuan di dalam mobil Toyota Avanza dengan nomor Polisi BK 1705 LAC warna merah.

Menyikapi hal tersebut, Ketua IMAM, Tgk Muslim At Thahiri meminta pengguna media sosial (medsos) tidak langsung menviralkan sesuatu yang belum jelas atau yang masih syubhat.

"Lebih bijak, video semacam itu kirim dulu kepada pihak terkait untuk di lacak siapa, dari mana, apakah betul dari dayah atau tidak.? Apakah betul seperti narasi dalam video itu atau tidak,"kata Tgk Muslim At Thahiri dalam keterangannya kepada IndoJayaNews.com.

Menurut Tgk Muslim, menyebarkan sesuatu yang belum jelas adalah bahagian namimah, dan berbicara yang menyudutkan orang lain adalah ghibah.

Baca juga : Satpol-PP Lacak Keberadaan Sejumlah Pemuda Peminta Sumbangan di Lhokseumawe

"Yang kita tau itu dosa besar, sepatutnya si perekam video turun langsung dari mobil untuk memeriksa kelompok tersebut, agar lebih jelas, bukan cuma merekam dari jauh dan menyebar langsung ke publik,"ucapnya.

Apalagi, kata Tgk Muslim, dengan menyebut -nyebut "Dayah" terkesan ada niat untuk menjelekkan Dayah. "Ini tak elok dan tidak berakhlak,"Katanya.

Selain itu, Tgk Muslim juga meminta untuk tidak langsung menganggap hina para pencari sumbangan.

"Jika para pencari sumbangan jelas dan dicari untuk Dayah yang jelas, kami rasa tidak salah, karna dari zaman dulu memang Dayah dan Masjid, banyak dibangun dengan uang sumbangan fakir miskin dan para dermawan, walaupun sekarang sudah ada Dinas Dayah, mungkin masih ada Dayah yang belum cukup perhatian atau bahkan tidak ada perhatian sama sekali dari dinas terkait, atau ada Dayah dengan balai pengajian yang masih pertama dibangun yang belum cukup syarat untuk dibantu oleh pemerintah, maka terpaksa pihak Dayah mencari dana dengan mencari sumbangan," jelasnya lagi.

Baca juga: IMAM Minta Semua Pihak Hargai Syariat Islam di Aceh

Bahkan, lanjut Tgk Muslim, menurut data diperolehnya, ada beberapa Dayah di Aceh belum ada perhatian dari Pemerintah, baik masalah pembangunan fisik atau kebutuhan lainnya.

"Sedangkan oleh pihak Dayah kadang harus membiayai santri yang kurang mampu, harus memberi tunjangan guru, harus memikirkan pembangunan dan juga harus memikirkan pembebasan tanah dan sebagainya sedangkan mereka tidak punya aset dan usaha Dayah yang memadai maka terpaksa mereka menahan malu untuk mencari dana dengan mencari sumbangan," ujarnya.

Ia juga membeberkan, sebagian Dayah yang mendapat bantuan dari pemerintah, tetapi bantuan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan, misalnya ada Dayah yang butuh dana pertahun untuk segala macam Rp 300.000.000 sedangkan yang dibantu oleh pemerintah hanya Rp 100.000.000, maka minesnya harus dicari dengan berbagai cara.

"Jangan sampai apapun yang dilakukan Dayah dianggab salah, kalau ada pimpinan Dayah yang ngurus bantuan ke Pemerintah  maka ada pihak yang bilang "Tgk proposal" dan "Tgk proyek" dan sebagainya, jika ada pimpinan Dayah yang mencari sumbangan pada masyarakat maka ada pihak yang komen "Tgk kapetren Aneuk mit Jak Mita peng,"tegasnya.

Tgk Muslim juga meminta pihak terkait turun tangan melarang pencari dana untuk Dayah yang fiktif atau Dayah yang tak ada santri, atau ada Dayah yang telah dibantu cukup oleh pemerintah tetapi masih mencari Dana dengan cara meminta sumbangan.

"Jangan sampai ada dayah baru, ada Tgk Muda yang baru bangkit dan mereka ingin membuat Dayah tak terikat dengan penguasa dan tak mendapat bantuan yang mengikat, lalu dianggab melawan negara dan dihalang halangi untuk mencerdaskan ummat,"tutupnya.

Sementara itu, Kasatpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Zulkifli dikonfirmasi IndoJayaNews.com, mengatakan pihaknya sedang melacak keberadaan sejumlah pemuda tersebut.

"Sedang kami lacak keberadaannya, jika kedapatan di wilayah hukum kota Lhokseumawe tetap kami tangkap dan kami proses,"kata Zulkifli.

Zulkifli menyebutkan, dalam pengamanan pihaknya didampingi petugas dari TNI-Polri. "Kita tetap menggunakan petugas pengamanan baik TNI maupun Polri karena di tubuh Satpol PP-WH Kota Lhokseumawe ada pendamping dari mareka,"sebutnya.

Zulkifli mengimbau masyarakat bila terdapat oknum tersebut segera laporkan ke pihaknya.

"Mohon hubungi kami (Petugas Satpol-PP) bila kedapatan modus seperti ini,"tutupnya.



Penulis: Hendria Irawan

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com