29 Agustus 2019 | Dilihat: 1156 Kali
Ini Penjelasannya Terkait Tertahannya Jenazah Bayi di Rumah Sakit Graha Bunda
noeh21
Teks Foto : Kepala bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Graha Bunda, Safrizal saat di wawancarai oleh awak media di Rumah Sakit Graha Bunda, Kamis (29/8/2019) Foto (Indojayanews.com/Mhd Fahmi Zuhir).
 

IJN - Aceh Timur | Sempat beredar di beberapa media terkait penahanan jenazah seorang bayi di sebuah rumah sakit swasta Graha Bunda, Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh beberapa hari yang lalu.

Ayah jenazah bayi yang bernama Said Ismail (28) dan ibundanya bernama Mia Rahmi (23) warga Desa Kuala Bugak, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur.

Said Abdurahman (31) yang juga paman jenazah bayi yang tertahan di Rumah Sakit Graha Bunda kepada Indojayanews.com mengatakan, ia mendapatkan telfon dari adiknya, adiknya mengabarkan bahwa anaknya yang juga keponakannya meninggal dunia.

"Saya langsung pergi kerumah duka di rumah mertua adik saya, namun saya telfon kembali kenapa jenazah belum sampai, lalu adik saya mengabarkan jenazah bayinya di tahan karna belum selesai administrasi, setelah administrasi baru jenazah bayinya bisa di keluarkan," kata Said Abdurahman.

Namun, kata Abdurahman, saat ia mendengarkan jenazah bayi yang juga keponakannya di tahankan lalu ia berangkat kerumah sakit graha bunda untuk selesaikan administrasi.

"Lalu saya berangkat dari rumah mertua adik saya ke Idi untuk membawa uang Rp 1 juta, sesampainya saya disana saya tawarkan uang Rp 1 juta," ujarnya.

Abdurahman menambahkan, putugas di rumah sakit itu menolak, sebelum pihak keluarga melunasi tagihan biaya perawatan Rp 1.9 juta.

"Seharusnya pihak rumah sakit memberikan dispensasi kepada kami untuk berusaha, bukan melarang kami membawa pulang bayi yang telah meninggal," ungkapnya.

Sementara itu secara terpisah, Kepala bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Graha Bunda, Safrizal kepada Indojayanews.com, Kamis 29 Agustus 2019 mengatakan, terkait jenazah bayi yang tertahan pada hari minggu, jenazah bayi tersebut pasien dari Puskesmas Ranto Peureulak, dikarenakan jenazah bayi tersebut belum terdaftar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Jenazah bayi tersebut pasien dari Puskesmas Ranto Peureulak yang di rujuk ke rumah sakit Graha Bunda, sementara jenazah bayi tersebut di rawat umum karena jenazah bayi yang baru lahir belum terdaftar di BPJS," ujar Safrizal.

Setelah tiga jam di Graha Bunda, kata Safrizal, bayi yang baru dilahirkan tersebut meninggal dunia.

"Namun keluarga jenazah bayi tersebut mengurus administrasi, enggak ada yang tertahan, setelah mengurus administrasi jenazah bayi tersebut dibawa pulang oleh keluarganya," ungkap Safrizal.

Terkait biaya yang dibebankan kepada keluarga jenazah bayi, Safrizal menjelaskan, pihaknya hanya meminta uang jaminan sesuai biaya pengobatan Rp 1,9 juta.

"Jenazah bayi tersebut baru lahir hari sabtu, dan belum terdaftar BPJS, jadi pihak keluarga mengeluh karena ibunya terdaftar BPJS sementara anaknya tidak terdaftar BPJS," terangnya.

Penulis : Mhd Fahmi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com