09 Jun 2026 | Dilihat: 41 Kali
IWA Apresiasi Polres Abdya Bongkar Peredaran Happy Water dan Pod Getar
Sekretaris IWA, Teuku Rahmat dan Kapolres Abdya, Agus Sulistianto. Foto. Ist
IJN - Aceh Barat Daya | Keberhasilan Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, mengungkap peredaran narkotika jenis baru berupa Happy Water dan pod getar menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan.
Pengungkapan kasus yang dinilai sebagai yang pertama di wilayah Aceh itu dianggap sebagai langkah strategis dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba yang terus berevolusi dengan berbagai modus baru.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh organisasi profesi wartawan, Ikatan Wartawan Abdya (IWA). Mereka menilai keberhasilan aparat kepolisian membongkar jaringan peredaran narkoba jenis baru tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Polres Abdya dalam menjaga masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
Sekretaris IWA, Teuku Rahmat, mengatakan pengungkapan kasus tersebut bukan sekadar keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga bagian dari upaya besar menyelamatkan masa depan generasi muda Aceh dari ancaman narkotika yang semakin kompleks.
“Pengungkapan peredaran narkoba jenis baru ini menunjukkan komitmen kuat Polres Abdya dalam memerangi narkotika. Ini bukan hanya prestasi aparat penegak hukum, tetapi juga bentuk perlindungan nyata terhadap masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi sasaran utama peredaran narkoba,” ujar Teuku Rahmat.
Menurutnya, kemunculan narkotika dengan kemasan dan modus baru seperti Happy Water maupun pod getar menjadi alarm serius bagi semua pihak. Peredaran jenis narkoba tersebut dinilai lebih berbahaya karena kerap dikemas secara modern dan menyasar kalangan remaja hingga usia produktif.
Ia menegaskan, keberhasilan aparat membongkar jaringan peredaran narkoba tersebut telah mencegah potensi lahirnya korban-korban baru yang dapat kehilangan masa depan akibat penyalahgunaan narkotika
“Langkah cepat yang dilakukan Polres Abdya patut diapresiasi. Dengan terungkapnya jaringan dan peredaran narkoba jenis baru ini, tentu banyak anak-anak muda yang berhasil diselamatkan dari ancaman narkotika yang dapat merusak kehidupan mereka,” katanya.
Lebih lanjut, IWA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menyerahkan perang melawan narkoba kepada aparat penegak hukum. Partisipasi publik dinilai menjadi kunci penting dalam memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba serta berani melaporkan aktivitas mencurigakan yang ditemukan di lingkungan masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Teuku Rahmat juga menyampaikan penghargaan kepada Kapolres Abdya, Agus Sulistianto, beserta seluruh jajaran yang dinilai konsisten dan tanpa henti melakukan pemberantasan narkoba di wilayah hukum Aceh Barat Daya.
“Atas nama Ikatan Wartawan Abdya, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kapolres Abdya AKBP Agus Sulistianto dan seluruh personel yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam memberantas peredaran narkoba. Semoga upaya ini terus berlanjut sehingga Aceh Barat Daya dapat terbebas dari ancaman narkotika,” ujarnya.
Kasus Happy Water dan pod getar sendiri menjadi perhatian publik karena merupakan bentuk narkotika dengan pola peredaran yang relatif baru dan dinilai memiliki potensi besar merusak generasi muda.
Pengungkapan kasus tersebut tidak hanya menjadi capaian penting bagi Polres Abdya, tetapi juga mempertegas komitmen kepolisian dalam menghadapi ancaman narkoba yang terus berkembang mengikuti tren dan teknologi.
Di tengah maraknya peredaran narkotika dengan berbagai kemasan baru yang menyasar anak muda, keberhasilan Polres Abdya membongkar kasus ini menjadi pesan tegas bahwa negara tidak akan memberi ruang bagi para pelaku kejahatan narkoba.
Langkah tersebut sekaligus menjadi harapan baru bagi masyarakat agar generasi penerus bangsa dapat tumbuh dan berkembang tanpa bayang-bayang ancaman narkotika.
Penulis: Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin