26 Des 2025 | Dilihat: 304 Kali
Jembatan Yang Menghubungkan Rancong Dengan Samuti Aman Belum Diperbaiki
Teks Foto: Kepala Desa Rancong, Junaidi bersama perangkat desa memperhatikan bekas jembatan yang hilang akibat banjir beberapa waktu lalu. Foto: IJN/Amiruddin.
IJN - Bireuen | Jembatan rangka baja yang menghubungkan Desa Rancong Kecamatan Kuta Blang dengan Desa Samuti Aman Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen yang putuskan akibat banjir hingga Kamis, 25 Desember 2025 belum diperbaiki.
Kepala Desa Rancong, Junaidi menjelaskan, putusnya jembatan tersebut sangat menghambat aktivitas masyarakat di sana.
"Umumnya masyarakat kami di sini selalu membawa hasil pertanian atau pun menjual hewan ternak ke pasar Geurugok, tapi karena kondisi seperti ini tentunya sangat terganggu bila nanti warga mulai beraktivitas lagi," sebut Junaidi.
Junaidi mengatakan, kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Dia menyebutkan, abrasi di desanya terjadi lebih kurang 85 meter dari badan jalan hingga ke jembatan yang menghubungkan wilayah Kuta Blang dengan Kecamatan Gandapura tersebut.
Selain jembatan yang putus, jalan menuju Pasar Kutablang juga mengalami abrasi.
"Jalan yang putus di Desa Ujong Blang, panjangnya sekitar 700 meter dan sekarang sudah berubah menjadi saluran air," jelas Janaidi.
Padahal, jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat untuk mencari nafkah ke Kuta Blang hingga Lhokseumawe. Jalan itu juga digunakan warga sebagai jalur utama bagi anak-anak sekolah, jelasnya.
Saat ini, satu-satunya akses menuju Desa Rancong hanya bisa dilalui melalui jalur Bugak Kecamatan Jangka. "Jadi kami sangat mengharapkan sarana jalan yang menuju desa kami agar diperbaiki," harapnya.
Desa Rancong sendiri dihuni oleh 615 jiwa atau 180 kepala keluarga yang tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Geulumpang, Karieng, dan Kutahoem
Penulis : Amiruddin
Editor : Muhammad Zairin