28 April 2020 | Dilihat: 519 Kali
Jeritan Masyarakat Kecil dan Nelayan Aceh Singkil Ditengah Geliat Covid-19
noeh21
Hendri, salah seorang tokoh muda sekaligus pemerhati Kabupaten Aceh Singkil.
 

IJN - Aceh Singkil | Akibat dari penyebaran virus corona (Covid-19) yang kian mengganas berdampak dengan merosotnya perekonomian pendapatan masyarakat menengah kebawah, yang tidak memiliki penghasilan tetap.
 
Seperti yang dikatakan salah seorang nelayan Singkil, Ali menyebutkan, pasca penyebaran wabah penyakit virus Covid-19, perekonomian masyarakat kecil dan nelayan sangat terpukul dan menjerit.
 
"Banyak pengusaha tidak melakukan ekspor dan gudang ikan banyak yang tutup, membuat harga penjualan ikan hasil tangkapan nelayan pun anjlok," ucap Ali, Senin malam, 27 April 2020.
 
Sehingga, tambah Ali, banyak hasil tangkapan nelayan tidak tertampung dan harus menjajakan langsung ke masyarakat dengan jumlah yang sangat kecil.
 
Ironisnya lagi, banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari mata pencarian melaut memilih tidak pergi melaut. Karena ketidakadaan operasional dan uang belanja.
 
Hal senada dikatakan warga Singkil Utara, Hendri mengatakan, melihat kondisi saat ini kemerosotan ekonomi juga ikut dirasakan oleh masyarakat menengah kebawah yang tidak memiliki penghasilan tetap.
 
"Seperti diketahui kondisi masyarakat di lima Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Singkil yang mayoritas nelayan yakni, Pulau Banyak, Pulau Banyak Barat, Kuala Baru, Singkil, dan Singkil Utara, saat ini sangat memprihatinkan. Jangankan membeli bahan bakar pergi melaut untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari saja sudah sangat susah dan sulit," ujarnya.
 
Apalagi di bulan puasa ini, lanjut Hendri, masyarakat yang tidak memiliki penghasilan tetap dan menggantungkan hidupnya dengan mencari nafkah di laut dan sungai, merasa kebingungan harus mencari pekerjaan apa untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
 
Sementara, lapangan pekerjaan sangat sempit bisa dikatakan nyaris tidak ada. Kebutuhan biaya hidup besar. "Saat ini ekonomi keluarga mereka sangat terjepit akibat tidak ada pendapatan," ungkapnya.
 
Dengan begitu, para toke-toke bangku di Aceh Singkil, jika ada hak nelayan yang belum di bayar sekiranya dapatlah dilunasi. "Kasian mereka saat ini yang sedang kesulitan ekonomi," ujarnya.
 
Begitu juga bagi pemangku kebijakan Pemkab dan para Wakil Rakyat yang sudah menduduki kursi empuk di DPRK Aceh Singkil serta instansi terkait, diharapkan dapat mencari memberikan solusi kepada masyarakat kecil setempat.
 
"Salah satunya dengan cara membuat kebijakan untuk sementara jangan di izinkan dulu ikan-ikan dari luar daerah masuk ke Kabupaten Aceh Singkil. Sehingga paling tidak hasil tangkap para nelayan lokal dapat tertampung di pasar-pasar lokal setempat," harapnya.
 
Menurutnya, bila hal tersebut tidak segera ditanggapi dikawatirkan apabila tangkapan nelayan lumayan banyak, pasar lokal tidak akan mampu menampung hasil tangkapan para nelayan.
 
Sehingga para nelayan akan mengalami kerugian. Karena hasil tangkapan mereka tidak ada yang menampung.
 
”Semoga saja virus Corona bisa segera teratasi, sehingga dampaknya tidak semakin meluas khususnya bagi perekonomian nelayan,” pungkasnya.
 
Penulis : Erwan
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com