27 April 2024 | Dilihat: 154 Kali
Kakanwil Kemenkumham Pimpin Upacara HBP ke 60 di Lapas Banda Aceh
noeh21
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Dr. Drs. H. Meurah Budiman, S.H., M.H bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-60 yang dilaksanakan di halaman Lapas Kelas IIA Banda Aceh. Foto. Humas Kemenkumham Aceh
 

IJN - Banda Aceh | Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Aceh, Dr. Drs. H. Meurah Budiman, S.H., M.H bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-60 yang dilaksanakan di halaman Lapas Kelas IIA Banda Aceh, Sabtu 27 April 2024.
 
Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Tinggi Pratama Kemenkumham Aceh, unsur Forkopimda daerah, Kepala UPT, perwakilan pegawai dari Kantor Wilayah dan UPT sekitar, dan sejumlah peserta upacara lainnya.
 
Saat membacakan sambutan Menteri Hukum dan HAM, Meurah Budiman mengatakan bahwa tanggal 27 April merupakan salah satu momen penting Pemasyarakatan yang tercatat dalam sejarah Indonesia.
 
Momen dimana konferensi jawatan kepenjaraan berupaya meruntuhkan berabad-abad pengaruh sistem kepenjaraan dan kemudian ditransformasikan menjadi sistem Pemasyarakatan.
 
“Pada hari ini kita menjadi saksi bersama, bahwa apa yang dahulu dicita-citakan oleh para founding fathers sampai saat ini istiqomah kita kawal utnuk mencapai tujuan luhur Beringin Pengayoman,” ucap Meurah.
 
Meurah Budiman melanjutkan, berbagai permasalahan dan pencapaian yang silih berganti kian mendewasakan dan menguatkan institusi ini. Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan dengan tema Pemasyarakatan Pasti Berdampak bukan kegiatan seremonial semata.
 
“Tapi ini adalah bentuk komitmen kita untuk mejawab berbagai tantangan kedapan, selaras dengan arah tujuan UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP,” sambung Meurah.
 
Meurah menjelaskan, Pemasyarakatan telah memiliki peran yang sentral dalam upaya penjaminan hak pada mereka yang dikenakan upaya paksa, pembinaan bagi para pelangar hukum dan secara signifikan terlibat dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat dari pengulangan tindak pidana.
 
“Peran yang besar itu harus dimanfaatkan secara benar, harus dimanfaatkan secara profesional dan secara bertanggung jawab,” sambungnya.
 
Oleh karena itu, Ia mengatakan peran pemasyarakatan harus didukung dengan kelembagaan dan resources yang kuat. Ini merupakan tantangan tugas yang tidak ringan juga dibutuhkan human capital atau aparatur penyelenggara tugas Pemasyarakatan yang memiliki motivasi, etos kerja, dan jiwa pengabdian yang mendalam
 
Pada kesempatan yang sama, Meurah mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat beserta instansi terkait yang telah berpartisipasi mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan.
 
“Beragam kontribusi serta dukungan terhadap kegiatan pembinaan, pembimbingan serta dukungan fasilitatif lainnya. Semoga menjadi ladang amal kebaikan bagi bapak/ibu kepada daerah, dan kita harap program in terus berjalan berksenimabungan,” tutupnya.



Penulis : Hendria Irawan
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Mesjid, Punge Ujung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh.
Email : redaksiindojaya@gmail.com
Telp. 0821-6735-4345 - 0811 681 450


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com