04 Mei 2021 | Dilihat: 214 Kali
Kapolda Minta Masyarakat Aceh Belajar dari Lonjakan Covid-19 di India
noeh21
Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil dalam sambutannya saat membuka Rakor Lintas Sektor pengamanan Idul Fitri 1442 H Tahun 2021 di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh, Selasa 4 Mei 2021.
 

IJN - Banda Aceh | Seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait di jajaran Pemerintah Aceh harus belajar dari ‘Tsunami’ Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di India yang kini diinformasikan dalam kondisi sangat mencekam.

Seperti diketahui, setiap harinya ratusan ribu warga di India terinfeksi virus corona. Angka kematian melonjak tajam, Bahkan petugas rumah sakit pun mulai kewalahan memenuhi kebutuhan oksigen bagi pasien-pasien yang terpapar corona.

Hal itu disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Wahyu Widada, M. Phil dalam sambutannya saat membuka Rakor Lintas Sektor pengamanan Idul Fitri 1442 H Tahun 2021 di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh, Selasa 4 Mei 2021.

Kapolda menyebut, rakor lintas sektor itu sengaja digelar mengingat lebaran masih dalam situasi pandemi. "Kali ini, selain untuk pengamanan lebaran, kita juga harus tetap fokus pada pencegahan Covid-19,"sebut Wahyu.

"Kita tidak boleh lengah dan cuma fokus pada pengamanan lebaran saja, akan tetapi pencegahan dan penerapan Prokes juga sangat penting dalam situasi seperti sekarang ini,"katanya

Kapolda berharap, jangan sampai setelah lebaran nantinya, Provinsi Aceh menjadi zona merah akibat kelengahan dan pembiaran selama lebaran nanti.

"Oleh karena itu, mari kita satukan tekat dan niat untuk sama-sama memikirkan langkah-langkah pencegahan menurut tupoksi dan keahlian masing-masing untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya Aceh,"tutup Wahyu Widada.

Sementara itu, Gubernur Aceh, yang diwakili oleh Kakesbangpol Drs. Mahdi Efendi menjelaskan, sebagaimana diketahui bersama saat ini pandemi menjadi ancaman di berbagai negara termasuk Indonesia, khususnya Provinsi Aceh.

Mahdi menyebut, lebaran merupakan momen penting yang perlu di antisipasi, pasalnya akan menjadi lonjakan kerumunan dengan berbagai tradisi yang berpotensi menyebarkan Covid-19.

Oleh karena itu, dalam amanat Gubernur tersebut, Mahdi mengajak seluruh SKPA dan instansi pemerintah terkait lainnya untuk bahu membahu membantu Polda Aceh dan Kodam IM dalam hal pencegahan Covid-19.

"Mari kita satukan kekuatan kita untuk meredam penyebaran Covid-19 demi menyelamatakan masyarakat Aceh,"tutup Mahdi, mengakhiri pesan Gubernur.

Secara terpisah, Pangdam IM melalui Kasdam IM Brigjen TNI Joko Purwo Putranto, M. Sc menyampaikan, Kodam IM sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Polda Aceh selama ini dalam rangka menciptakan Kamtimbas yang kondusif.

Selain itu, ia mengaku Kodam IM juga sangat mendukung Operasi Ketupat Seulawah yang diselenggarakan Polda Aceh sebagai upaya untuk mengantisipasi baik pelanggaran mudik maupun pelanggaran Prokes.

"Kodam IM sudah memerintahkan jajaran untuk bersinergi dengan Polri dan Instansi Pemerintah untuk sama-sama membantu memberikan rasa aman kepada masyarakat dan meningkatkan disiplin Prokes selama pandemi,"sebut Kasdam IM.

Amatan media, Rakor itu kemudian dilanjutkan dengan pemaparan yang berkaitan dengan potensi ancaman dan indikator keberhasilan Operasi Ketupat Seulawah oleh Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol. Drs. Agus Sarjito dan dilanjutkan dengan penyampaian pendapat oleh perwakilan lintas sektor Provinsi Aceh.

Rakor Lintas Sektor tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Pemerintah Aceh, Pejabat Utama Polda Aceh, dan berbagai instansi terkait lainnya. [Red]

Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com