12 Maret 2019 | Dilihat: 243 Kali
Kasamaganda Bertekad Perbaiki Pengelolaan PDKS
noeh21
Foto Sejumlah Pekerja Tampak Sedang Memperbaiki Kebun Sawit Milik PDKS
 

IJN - Simeulue I Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue (PDKS) yang awal pendiriannya digadang gadang menjadi harapan bagi masyarakat Simeulue, PDKS yang kini memiliki masalah yang begitu kompleks baik dari segi hukum maupun dari segi swastanisasi.

Pemberitaan media tentang kebun PDKS menarik perhatian untuk ditelaah lebih lanjut tanpa ada kepentingan apapun, kebun sawit yang dimulai pengelolaan sejak tahun 2002 digadang gadang dan diharapkan akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah untuk mensejahterakan rakyat Simeulue.

Pada saat itu, anggaran APBK dikucurkan mengalir keras ke perusahaan plat merah tersebut tanpa adanya suatu regulasi dan tata kelola yang jelas layaknya sebuah perusahaan  mulailah hutan lindung pun dibabat untuk dijadikan areal perkebunan. 

Bibit pun ditanam di puncak puncak gunung dan di lembah lembah yang sering banjir jika hujan.

Alhasil lahan yang produktif hanya 1.200 hektar sementara lahan lahan  menurut sensus dari lembaga yg independen lahan lainnya tidak produktif disebabkan berbagai faktor akibat tidak adanya tata kelola yg baik.

Lalu bagimana kita bisa berharap banyak dengan kondisi kebun yang demikian sekarang di KSO kan dengan PT. Kasamaganda.

Solusi dan saran yang perlu disampaikan seyogyanya Pemkab Simeulue dapat bijak dan arif dalam membuat keputusan jangan terikat oleh janji yang dominan tapi cobalah melihat dengan fakta di lapangan.

Untuk menyelamatkan APBK Simeulue ada baiknya memberikan kesempatan penuh ke mitra Pemda tersebut untuk merawat dan memperbaiki kebun sehingga dengan adanya kerjasama yang baik diharapkan PT.Kasamaganda juga harus mampu memberikan kontribusi PAD bagi Kabupaten Simeulue apalagi sekarang pabrik kelapa sawit milik swasta di Desa Laukhe, Kecamatan Simeulue Tengah sudah beroperasi.

Di sisi lain, PT Kasamaganda siap memberikan PAD dalam melakukan KSO kebun kelapa sawit.

Tentunya segala saran dan masukan yang ditujukan pada Kasamaganda untuk perbaikan dan kerjasama yang akan baik mengucapkan terimakasih kasih namun sesungguhnya pihak Kasamaganda sekarang sedang fokus untuk merawat dan memperbaiki kebun, jalan dan jembatan.

Pasca telah beroperasinya pabrik minyak kelapa sawit milik swasta yang ada di Desa Laukhe, pada tahun 2018 sampai sekarang Kasamaganda merekrut tenaga kerja yang diutamakan tenaga kerja lokal untuk memacu perawatan kebun.

"Dalam waktu dekat akan mengajak Pemda Simeulue untuk ke lapangan guna melihat lahan yang tidak produktif,"kata Humas Kasamaganda, Amri Isa Safani, SE. Selasa 12 Maret 2019.

"Selanjutnya akan diganti atau di replanting sehingga nantinya lahan yang produktif akan semakin banyak tidak seperti sekarang lahan produktif hanya 1.200 hektar,"ungkap Amri.

Minimnya lahan sawit yang kurang produktif mengakibatkan beban yang ditanggung akan semakin berat karena lahan yang tidak produktif tersebut juga menjadi beban perawatan sementara hasilnya tidak ada.

"Di samping itu juga pihak KSG akan membuka areal pembibitan semua dilakukan sebagai tanggung jawab serta sungguh sungguhnya pihak KSG dalam mengelola kebun tersebut sesuai KSO yg pada akhirnya akan memberikan PAD bagi daerah tanpa mengeluarkan anggaran dari APBK lagi,"ujarnya.

"Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat dan menciptakan suasana yg sejuk dan kondusif,"tutup Amri.
 
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com