19 Februari 2020 | Dilihat: 315 Kali
Kunker Ke Aceh Singkil, DPRD Labuhan Batu Kecewa
noeh21
Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil, H.Amaliun saat bertukar cenderamata dengan anggota DPRD Labuhan Batu, usai melakukan tatap muka di gedung dewan Singkil Utara.
 

IJN - Aceh Singkil | Setelah sempat buming melihat di google canel you tube, terkait Pembentukan Tim Pemburu PAD Aceh Singkil, membuat ketertarikan Anggota DPRD Labuhan Batu, Sumatra Utara melakukan kunjungan kerja ke kabupaten yang berjulukan Bumi Syekh Abdurrauf As Singkily.
 
Dalam kunjungan 11 orang anggota Dewan komisi III yang didampingi Wakil Ketua DPRD Labuhan Batu, Hj. Zuraida Harahap, ke Kabupaten Aceh Singkil, Selasa, 18 Februari 2020, menuai kekecewaan dan ketidak puasan.
 
Pasalnya, apa yang dibayangkan Anggota DPRD Labuhan Batu di You Tube terkait pembentukan Tim Pemburu PAD Aceh Singkil, yang dinilai sudah bekerja ternyata belum berjalan.
 
Padahal, sebelumnya pihak DPRD Labuhan Batu sudah menyurati DPRK Aceh Singkil rencana kunjungan kerja dengan agenda sosialisasi “fungsi pengawasan DPRD terhadap PAD", bermaksud ingin berkordinasi menanyakan bagaimana pembentukan dan kinerja Tim Pemburu PAD.
 
"Kami kurang puas dengan jawaban ini. Sehingga tidak ada yang akan kami bawa untuk menjadi contoh didaerah yang bisa di terapkan dalam menggenjot target PAD di Labuhan Batu,” ungkapnya.
 
"Meski merasa kecewa, hal ini menjadi sebuah tolak ukur bagi mereka yang rencananya akan membentuk Tim Pemburu PAD untuk mengenjot pendapatan Kabupaten Labuhan Batu," ujar Wakil Ketua DPRD Labuhan Batu kepada IJN usai melakukan pertemuan dengan anggota DPRK Aceh Singkil.
 
Disamping itu Zuraida mengakui, potensi sumberdaya alam yang ada di Aceh Singkil seperti sektor pariwisata sangat luar biasa. Jika terkelola dengan baik pasti akan mendongkrak PAD.
 
Sehingga membuat kami tertarik datang berkunjung belajar bagaimana mengejar target PAD terutama dari sektor Parawisata. Karena diKabupaten Labuhan Batu juga memiliki pantai yang tidak kalah indahnya dengan Aceh Singkil, akan tetapi objek pariwisata yang ada tidak dikelola untuk menghasilkan PAD. Sehingga lebih optimal pengelolaan 11 jenis PAD lain. Seperti Galian C, pajak PBB P2, pajak parkir pingir jalan, retribusi reklame, restoran dan hotel," jelas Politisi Partai Hanura.
 
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRK Aceh Singkil, H. Amaliun mengakui, memang saat dicetuskan nya pembentukan Tim Pemburu PAD, pihaknya sudah pernah menyampaikan kepada Pihak Pemkab setempat untuk segera menindaklanjuti nya.
 
"Namun, belum sempat berjalan isu pembentukan Tim Pemburu PAD Aceh Singkil itu sudah buming dan terdengar oleh DPRD Labuhan Batu," ungkap Amaliun.
 
Begitu juga Ketua Komisi III DPRK Aceh Singkil H Mairaya, mengatakan, pihaknya akan mendesak Pemkab Aceh Singkil segera bekerja setelah terbentuknya Tim Pemburu PAD yanh sudah sempat viral itu.
 
Untuk itu, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan memacu Pemkab Aceh Singkil terkait Pembentukan Tim Pemburu PAD yang sudah tersebar di Media Sosial kemana-mana harus dibentuk dan eksen secepat.
 
"Sesuai stedmen Pimpinan DPRK Aceh Singkil saat melakukan pertemuan dengan anggota DPRD Labuhan Batu, Tim Pemburu PAD tahun 2021 sudah eksen," tandasnya.
 
Penulis : Erwan
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com