07 Agustus 2018 | Dilihat: 398 Kali
Pekan Kebudayaan Aceh
LEMKASPA, Banyak Masyarakat Kecewa, DPRA Harus Evaluasi Event PKA Ke-7
noeh21
Ketua Umum Lemkaspa, Samsul Bahri.
 

IJN | Banda Aceh - Peukan Kebudayaan Aceh (PKA) ke 7 baru saja dibuka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Hanya dalam hitungan hari, Event tahun masyarakat Aceh mulai diselimuti oleh berbagai macam persoalan terkait Agenda acara yang tidak jelas. Hajatan tahunan yang seharusnya mengasah ketajaman pemahaman akar Budaya Leluhur Rakyat Aceh, berubah 360 derjat ibarat Event Pasar malam skala Internasional ungkap Ketua Umum Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik-LEMKASPA Samsul Bahri, Selasa 7/08/2018


Saat di wawancarai oleh awak media pada malam selasa ketua LEMKASPA mengaku terkejut dengan Grand Desain PKA ke-7 yang berlangsung di alun-alun Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh. Ketua LEMKASPA kepada awak media menjelaskan. Sebelumnya saya gak percaya omongan teman-teman, masalah carut marut PKA ke 7, biar gak dibilang hoak, saya menyempatkan diri untuk melihat-lihat langsung. 'Ternyata benar' PKA ke 7 tak ubah acara Pasar Malam Skala Internasional yang dikemas oleh pihak panitia pelaksana, ungkap Samsul kepada media.


Lebih lanjut Samsul juga tidak mengetahui apa yang di harapkan oleh Pemerintah Aceh dengan konsep yang di gagas Pemerintah Aceh di bawah Plt Nova Iriansyah, saya pribadi tidak tau arah dan tujuan dengan pola seperti ini.

 
Semua Agenda kalau saya lihat sama persis pasar malam, dan masyarakat pun dibuat kebingungan, mereka dari daerah sengaja datang kemari untuk melihat kekayaan nilai-nilai Budaya leluhur Aceh. Sampai kemari yang ada piasan malam yang tidak jelas tujuan kemana. Cetus Samsul.


Ketua Umum Lemkaspa juga meminta pihak DPRA untuk segera mengevaluasi Event tahun yang menghabiskan puluhan milyaran uang rakyat Aceh.


Saya mengharap pihak DPRA untuk segera memanggil Plt Gubernur Aceh sebagai orang yang bertanggung jawab penuh pada kegiatan PKA, untuk memberi penjelasan secara detil maksud dan tujuan Event yang dikemas dengan konsep pasar malam, ujar dirinya.


Peukan Kebudayaan Aceh seharusnya menjadi momentum dalam memperkenalkan berbagai macam keunggulan, dan cultur budaya Aceh kepada masyarakat dunia, sehingga puluhan milyaran anggaran daerah tidak sia-sia begitu saja, tutup Samsul.
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com