19 Juli 2018 | Dilihat: 229 Kali
Pasca Kerusakan Keramba Jaring Apung (KJA)
Lemkaspa: Proyek Ratusan Milyaran Milik KKP Terlantar di Sabang
noeh21
 

IJN | Banda Aceh - Pasca kerusakan Keramba Jaring Apung ( KJA) lepas pantai Offshore di perairan Keunekai Sabang milik KKP beberapa bulan yang lalu, sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan pemasangan kembali proyek dengan total anggaran 131.4 Milyaran Rupiah.


KJA Offshore merupakan program strategis KKP yang bertujuan untuk meningkatkan produksi sektor budidaya lepas pantai dengan metode KJA, dengan target utamanya jenis ikan kakap putih (Lates calcalifer). Program yang diadopsi dari teknologi budidaya di Norwegia ini diyakini dapat menggenjot produksi sektor perikanan budidaya. Teknologi kontruksi KJA berbentuk bulat, berdiameter 25,5 meter, dengan keliling lingkaran 80 meter yang berfungsi untuk memelihara ikan laut dengan jarak 2 km dari bibir pantai.


"Kerusakan KJA Offshore milik KKP menimbulkan tanda tanya besar dikalangan publik. Bagaimanapun proyek dengan nilai ratusan milyar yang ditangani langsung oleh PT. Perikanan Nusantara (Perinus) salah satu perusahan plat merah yang bergerak dalam sektor perikanan, yang mendatangkan kontruksi KJA dari Nerwegia" katanya kepada IJN, kamis 19 Juli 2018.


LEMKASPA sebagai Lembaga Lokal di Aceh, kembali menyorot proyek milik KKP yang digendang-gendang mampu memproduksi ikan budidaya lepas mencapai ratusan ton.


Namun lagi-lagi proyek yang mengeruk milyaran Anggaran Negara terancam jadi besi tua di Pelabuhan BPKS Sabang. Ini proyek ratusan milyaran rupiah milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang langsung menggunakan produk dari Nerwegia, akan tetapi hari ini proyek dengan nilai fantantis terancam besi tua, ungkap Samsul.


Lebih lanjut ketua Umum LEMKASPA juga menambahkan bahwa proyek-proyek milik KKP yang di bangun di daerah sering tidak tepat sasaran, dan terkesan asal jadi. Ada beberapa titik proyek dari KKP yang di bangun di Sabang terbengkalai begitu saja, salah satunya proyek penyulingan air laut yang dibangun di Anoi Itam Sabang dengan Nilai proyek milyaran Rupiah terbengkalai begitu saja tanpa ada manfaat bagi masyarakat.


Samsul Lulusan IPB ini juga mengaku heran dengan kinerja KKP dibawah pimpinan Menteri Susi Pudjiastuti, "Saya heran dengan konsep pembangunan sektor perikanan budidaya lepas pantai menteri susi.


Padahal Indonesia sudah memiliki kemampuan dalam kontruksi KJA lepas, bahkan produk Offshore dalam Negeri sudah banyak di pesan oleh negara-negara luar. Dalam hal ini seharusnya KKP lebih memperioritaskan produk lokal, ini malah mendatangkan produk dari Nerwegia.


Sangat bertolak belakang dengan konsep pembangunan sektor perikanan Indonesia yang digagas oleh Pemerintahan Jokowi Dodo yang mendorong penggunaan produk lokal.


Pimpinan Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik, Samsul meminta pihak yang terlibat dalam proyek KJA di Sabang untuk segera menyelesaikan perbaikan kerusakan, dan mencari lokasi baru untuk pemasangan. kerena perairan Keunekai   Sabang tidak sesuai  dengan kondisi lingkungan dalam penetapan KJA lepas pantai. (***
)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com