11 Juni 2019 | Dilihat: 175 Kali
Mahasiswa Abdya Peringati Akmal-Muslizar Tepati Janji
noeh21
Mahasiswa orasi di atas mobil. Foto Hari
 

IJN - Abdya | Ratusan Mahasiswa Aceh Barat Daya yang mengatasnamakan diri Aliansi Gerakan Abdya Sejahtera (Geranat) menggelar aksi damai peringatan/refleksi jelang Dua tahun kepemimpinan Akmal Ibrahim-Muslizar MT, di halaman Kantor Bupati setempat, Selasa 11 Juni 2019. 

Dalam aksi tersebut, Mahasiswa menuntut Bupati dan Wakil Bupati Abdya terpilih periode 2017-2022 untuk segera mewujudkan janji kampanye yang belum terealisasi. Mahasiswa menilai, visi misi Pemkab Abdya dengan slogan Mengembalikan Harapan Rakyat Yang Tertunda masih jauh dari harapan. Selama hampir Dua tahun masih banyak program kerja yang sifatnya uji coba dan hasilnya belum maksimal. 

"Ingat, Rakyat menaruh harapan besar kepada bapak Bupati dan Wakil Bupati, ingin adanya perubahan dan peningkatan kesejahteraan yang adil. Maka hari ini kami sebagai Mahasiswa, anak dari para petani, anak dari orang miskin, terpanggil untuk mengingatkan kembali amanah rakyat yang diembankan kepada bapak Bupati dan Wakil Bupati yang terhormat," seru salah satu Korlap aksi. 

Selanjutnya, Mahasiswa meminta Bupati/Wabup Abdya hadir dan menjawab semua aspirasi rakyat di antaranya, segera menuntaskan pembangunan Infrastruktur yang belum selesai dan memanfaatkan Infrastruktur yang telah selesai (Pendopo Bupati), Peduli terhadap dunia pendidikan dan berperan aktiv dalam mencari solusi Kampus AKN Abdya, Mengontrol kestabilan harga gabah dan sawit dengan solusi yang konkrit, serta mendesak agar segera mengajukan gugatan ke PTUN untuk membatalkan SK ijin HGU PT. CA. 

Pantauan IJN, Selang berapa menit, Wabup Abdya Muslizar MT hadir dan menjawab semua desakan itu di atas mobil Orator. Wabup mengapresiasi sikap Mahasiswa yang kritis dan peduli terhadap kemajuan daerah Abdya. 

"Kami (Akmal-Muslizar) bukan yang terbaik. Tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk Abdya," ujarnya.

Muslizar menjelaskan, membuat perubahan tidak bisa dengan secara instan seperti membeli kue. Semuanya membutuhkan waktu dan proses, mengacu kepada  Planning, Programming, dan Budgeting System (PPBS). Terkait permasalahan HGU PT. CA Muslizar mengajak semua pihak berjuang bersama, karena HGU bukan lagi dikuasai oleh Pribumi melainkan oleh pihak luar. Selanjutnya Muslizar juga menerangkan dalam waktu dekat Pemkab Abdya akan membangun Rumah Mesin Umum (RMU). Upaya ini dilakukan dengan harapan bisa menstabilkan harga gabah di Abdya. 

"Kepada Mahasiswa kami ucapkan terimakasih karena telah mengingatkan kami, dan kami memohon doa serta dukungan kepada semuanya agar kami bisa tetap amanah bekerja mewujudkan harapan rakyat," pungkasnya.

Penulis : Heri Purwanto
Editor : Rudi H
 
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com