14 April 2021 | Dilihat: 327 Kali
Masyarakat Minta Pemkab Nagan Raya Bangun Jembatan Penghubung Dua Desa
noeh21
Masyarakat Desa Meunasah Dayah menunjukkan lokasi jembatan gantung yang layak di bangun oleh pemerintah setempat [Foto:IJN/Hendria Irawan]
 

IJN - Nagan Raya | Masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya untuk membangun jembatan gantung penghubung antar dua Desa, yakni Desa Meunasah Dayah dan Desa Rambong.

Adapun jumlah Kepala Keluarga (KK) di dua Desa tersebut yaitu, Meunasah Dayah berjumlah 250 KK dan Desa Rambong 700 KK. Kedua Desa itu berada di kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

Pasalnya, masyarakat setempat sudah lama mendambakan pembangunan jembatan gantung tersebut.

Terlebih, masyarakat Desa setempat yang berprofesi sebagai petani sangat susah saat membawa hasil panen padi. Bahkan, jika air sungai meluap, hasil pertanian tidak bisa di bawa keluar hingga akhirnya membusuk.

Menyikapi itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Meunasah Dayah, Saleh Ali G kepada awak media menyebut kegunaan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan dua Desa, yaitu Desa Meunasah Dayah dan Desa Rambong layak diperhatikan.

"Sangat layak pemerintah untuk membangun jembatan tersebut demi kelancaran perekonomian masyarakat di dua Desa tersebut,"kata Sekdes, Rabu 14 April 2021.

Ia juga memohon agar pemerintah dan instansi terkait agar dapat melihat langsung kondisi di lapangan.

"Apa lagi di dua Desa tersebut sudah ada jalan, hanya jembatan penghubung yang belum di bangun,"ungkap Sekdes.

Sekdes menyebut kedua Desa tersebut memiliki Kepala keluarga (KK), Desa Meunasah Dayah sebanyak 250 KK dan Desa Rambong 700 KK.

"Pemerintah di mohon memperhatikan ke dua Desa, terutama untuk pembangunan jembatan sepanjang lebih kurang 150 meter, demi mendongkrak perekonomian di kedua Desa tersebut,"harap Sekdes

Secara terpisah, Masyarakat Desa Meunasah Dayah, Udin (35) mengaku sangat susah membawa hasil panen padi, terlebih saat musim hujan.

"Kami sangat susah apabila membawa hasil panen padi dan bila musim hujan air sungai naik dan banjir, akhirnya hasil panen kami menjadi busuk,"demikian ungkapnya.


Penulis: Hendria Irawan
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com