02 Mei 2024 | Dilihat: 488 Kali

Melalui Rumah Dataku, BKKBN Terus Dukung Program Bangga Kencana

noeh21
Perwakilan BKKBN Aceh gelar acara Rumah Dataku di Sabang. | (Foto Iin Wahyudi)
      
IJN - SABANG | Upaya meningkatkan pemahaman dan komitmen penyelenggaraan Rumah DataKu yang terintegrasi dengan Kampung Keluarga Berkualitas, BKKBN Aceh fasilitasi pengumpulan dan Updating data di Kota Sabang, Kamis 2 Mei 2024.
 
Kegiatan yang diikuti oleh kader RDK, para geuchik gampong keluarga berkualitas dan melibatkan gampong Gammawar ini, bertujuan untuk mencapai target yang sudah ditentukan. 
 
PIC RDK bidang Dalduk, Zulfadli, SE, mengatakan, maksud dari kegiatan ini sangat berkaitan dengan pencapaian target 120 Desa yang berklasifikasi Dasar menjadi Paripurna, di Kota Sabang sudah ada sepuluh desa yang sudah berklasifikasi Paripurna. Dan seluruh desa dikota Sabang sudah terbentuk gampong keluarga berkualitas sebagaimana tidak lanjut dari surat keputusan walikota Sabang.
 
"Keberadaan Rumah DataKu penting untuk didirikan diseluruh desa untuk memasok kebutuhan-kebutuhan data yang akan digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan," kata Zulfadli. 
 
Selain itu, Rumah DataKu yang berbasis pada partisipasi masyarakat dalam pengelolaan data untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya data dan informasi kependudukan bagi pembangunan, serta data-data yang dihasilkan merupakan artikulasi kepentingan masyarakat secara lebih luas.
 
"Jadi rumah data ini tugasnya adalah menyediakan data-data dan yang nantinya untuk mendukung operasional kampung KB itu sendiri dan diharapkan menjadi media informasi untuk di masyarakat," ungkapnya.
 
Sementara kepala Dinas Kesehatan dan KB kota sabang dr. Edi Suharto saat membuka kegiatan mengatakan, kebutuhan data sangat final dalam mengambil suatu kebijakan disuatu daerah dimana tanpa data yang akurat kita tidak bisa mengetahui apa yang kurang dan apa yang lebih, apalagi terkait distribusi bantuan kepada masyarakat.
 
"Insya Allah, sekarang kita lihat sudah banyak yang sinkron datanya apalagi dengan adanya rumahdataku dari Program BKKBN sangat membantu pemerintah kota Sabang khususnya di pemerintah Gampong.
 
sementara itu sebagaimana hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun ini, angka prevalensi Stunting dikota Sabang meningkat 2,2 %," ungkapnya
 
Untuk perbaikan kedepan terkait pola asuh, pola makan, sanitasi dan lain lain akan diprioritaskan. 
 
Mudah-mudahan prevalensi Stunting dikota Sabang tahun depan dapat diturunkan sebagaimana target yang telah ditetapkan.
 
Ketua tim kerja Bidang pengendalian penduduk perwakilan BKKBN provinsi Aceh Zulkifli.SE.MAP menambahkan, terkait meningkatnya prevalensi Stunting di kota Sabang sebagaimana hasil SKI 2023 sebesar 2.2 Persen dari sebelumnya tahun 2022 23.4 persen menjadi 25.6 persen ditahun 2023, maka dari itu harus dilakukan justifikasi. 
 
Dari data yang ada, ternyata yang paling tinggi berada di kecamatan Sukamakmue gampong batee shok, sebanyak 145 keluarga yang jambannya tidak layak yang sangat berpengaruh terhadap hasil SKI.
 
"Sering saya sampaikan kepada penyuluh Keluarga Berencana (KB) dan teman-teman OPD KB kabupaten/kota, tolong data-data ini disampaikan kepada instansi terkait, baik BPS, PUPR maupun Perkim. Harus disampaikan jangan disimpan saja, agar Kementerian dan lembaga terkait lainnya bisa mengintervensi permasalahan yang ada melalui data yang kita sampaikan," tambahnya. 
 
Terakhir, Zulfadli juga menyampaikan terimakasih kepada para geucik dan kader RDK yang telah mengikuti kegiatan secara aktif, semoga apa yang didapatkan bisa diimplementasikan di gampongnya masing-masing.
 
"Kepada tenaga penyuluh terus memonitor dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat agar program RDK maupun program BkkbN lainnya bisa terlaksana sebagai mana mestinya," harap Zulfadli.
 
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Gampong kota Sabang Elvi Sitorus. SE dengan materi terkait penggunaan dan pemanfaatan dana Gampong dalam mendukung pelaksanaan program Bangga Kencana dan Percepatan penurunan Stunting di Kota Sabang. 
 
Penulis : Iin Wahyudi
Editor : AF 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas