03 Jun 2026 | Dilihat: 39 Kali
Menuju Rutan Tanpa Uang Tunai, Rutan Banda Aceh Jalin Kerja Sama Strategis dengan BSI
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam pengelolaan keuangan warga binaan secara transparan dan akuntabel. Foto. Ist
IJN - Banda Aceh | Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam pengelolaan keuangan warga binaan secara transparan dan akuntabel.
Sebagai langkah awal, Rutan Banda Aceh melaksanakan pembuatan dan penyerahan buku tabungan premi kepada WBP yang mengikuti program pembinaan kemandirian, khususnya pada kegiatan ketahanan pangan dan perkebunan.
Premi hasil kerja warga binaan akan disimpan melalui rekening tabungan sehingga lebih aman, tertib, dan mudah dikelola.
Kepala Rutan Kelas IIB Banda Aceh, Hari Kurniawan menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap akselerasi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pembinaan yang produktif dan berorientasi pada kemandirian.
“Melalui program ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan hasil dari kerja mereka, tetapi juga belajar mengelola keuangan secara baik dan bertanggung jawab sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, lanjut Hari Kurniawan, kerja sama antara Rutan Banda Aceh dan BSI akan terus dikembangkan melalui penerapan sistem transaksi non-tunai (e-money) di lingkungan rutan.
"Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir peredaran uang tunai, meningkatkan keamanan, serta mewujudkan tata kelola keuangan warga binaan yang lebih modern, transparan, dan profesional," sebutnya.
Melalui inovasi ini, Rutan Banda Aceh berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada keterampilan kerja, tetapi juga membangun literasi dan kemandirian finansial warga binaan sebagai bekal untuk kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.
Penulis: Hendria Irawan
Editor: Muhammad Zairin