17 Agustus 2019 | Dilihat: 175 Kali
Meriahkan HUT RI ke-74, Ponpes Ukhuwa Islamiyah dan Raudhatul Sholihin Gelar Pawai Obor
noeh21
Merayakan HUT RI ke 74, Santri pondok pesantren gelar Pawai obor dan doa bersama di Aceh Tenggara. Foto LI
 

IJN - Aceh Tenggara | Dalam mengwujudkan semangat nasionalisme, pondok pesantren (Ponpes) Ukhuwa Islamiyah dan Raudhatul Sholihin meriahkan HUT RI ke-74 dengan pawai obor dan doa bersama di Benteng Tugu Kurih Jumat malam, 16 Agustus 2019, sekira pukul 20.00 WIB hingga selesai.

Pantauan media ini ratusan santri di Aceh Tenggara ini sudah penuhi Benteng Tugu Kutarih dalam menyambut hari lahir Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diselenggarakan pada tanggal Sabtu 17 Agustus 2019.

"Momentum perayaan detik-detik proklamasi 17 Agustus tahun ini, hendaknya dapat kita maknai sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa, kami ajak santri untuk pawai obor merupakan salah satu tradisi untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan,"  kata Ustad Rony.

Selama lima tahun berturut-turut Pondok pesantren Ukhuwa Islamiyah dan Raudhatul Sholihin turut andil meramaikan pawai obor,  moment seperti ini harus selalu digalakkan untuk menjaga semangat nasionalis santri agar kecintaan mereka terhadap ilmu dunia dan akhirat setara

"Ini merupakan reward bagi kami selaku pimpinan pondok pesantren yang telah dilibatkan dalam moment Nasional" ujarnya.

Lanjutnya, selain pawai obor, santri pondok tersebut dapat dikeikutsertaan dalam event-event pendidikan nasional sebagai wadah persaingan pengasahan serta penguasaan ilmu dan teknologi, sehingga dapat menjadi motivasi meningkatkan semangat belajar santri guna menghadapi kemajuan jaman.

Sementara Amon Hadi selaku pimpinan pondok pesantren tersebut menyampaikan sangat apresiasi santrinya dapat merayakan hari republik Indonesia ke 74, dengan pawai obor dan doa bersama dalam mengenangnya arwah para pahlawan.

Lanjutnya, santri juga harus menguasai ilmu teknologi dan ilmu ketaqwaan akan menjadi modal utama generasi bangsa.

"Perpaduan kedua ilmu akan membangun pola santri, sehingga hak dan batil dapat mereka pilah," pungkasnya.

Penulis : Li
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com