16 Februari 2020 | Dilihat: 858 Kali
Pernah Usulkan Jembatan
Miris, Warga Trans di Nagan Raya Masih Terisolir
noeh21
Warga harus menyeberang menggunakan rakit. Foto: Hendri/IJN
 

IJN - Nagan Raya | Sungguh miris, kondisi masyarakat yang tinggal di Desa Blang Lango Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, hingga saat ini masih tinggal di daerah terisolir. Padahal, sebelumnya warga setempat sudah pernah mengusulkan pembangunan jembatan untuk mempermudah transportasi ke ibukota kecamatan maupun ke kabupaten.

Kondisi warga trans Ketubong Tunong di Desa Blang Lango yang terisolir itu diketahui saat kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Nagan Raya ke lokasi tersebut, Sabtu 15 Februari 2020. Para anggota dewan tersebut yaitu; Puji Hartini, Sigit Winarno, dan Said Alui Alwi.

Menurut informasi yang diperoleh Media INDOJAYANEWS.COM, selama ini hasil panen warga setempat, sangat sulit didistribusikan ke luar, karena aksesnya sangat sulit. Karena itu, hasil panen dijual kepada agen dengan harga yang sangat murah, agar hasilnya bisa dibawa keluar.

Padahal, infrastruktur jembatan sangat dibutuhkan masyarakat, mengingat banyak juga warga di luar lokasi trans yang punya kebun dan lahan garapan di kawasan itu.

Memang ada jalan, tapi kondisinya rusak parah dan tak ada pengaspalan, sehingga sulit dilalui menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Ke lorong yang ada penduduknya kalau musim hujan begini kita tidak bisa melintas. Selain terjal juga licin, maka harus jalan kaki dengan membuka alas kaki. Kami sangat memohon adanya jembatan, maupun pengerasan jalan disini agar adanya 'kemerdekaan' bagi kami," kata salah satu warga.

Turut hadir dalam kunjungan kerja anggota DPRK tersebut, Humas Setdakab Nagan Raya, Maksum. S. Sip, Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerjas, Drs Mahdali, Kabid GTK Dinas Pindidikan Kabupaten Nagan raya, Suyanto, S.Pd, Camat Seunagan Timur, Drs. T. Mukhsin, Danramil09/ST, Lettu Inf Sutiyar, Keuchik Gampong Blang Lango, Odiantri dan Keuchik Gampong Tuwi Meulesong, Afandi.

Di hadapan pejabat terkait, warga menyampaikan beberapa permasalahan di atas termasuk gangguan gajah liar, pemasangan listrik bagi rumah warga yang belum tersambung arus listrik, dan adanya peningkatan mutu pendidikan untuk anak-anak yang berada di trans lokal itu.

Penulis : Hendri
Editor   : Hidayat. S
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com