07 April 2024 | Dilihat: 3477 Kali
Pasien Diduga Ditelantarkan di RSUD SIM Nagan Raya saat Jalani Operasi
noeh21
Gedung rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda Kabupaten Nagan Raya. Foto. Hendria Irawan/IndoJayaNews
 

IJN - Nagan Raya | Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD SIM) Nagan Raya sangat memprihatinkan, dimana seorang pasien diduga ditelantarkan di ruang operasi rumah sakit setempat.
 
Keluarga pasien Riski Bintang Rahmanda kepada wartawan mengatakan, pasien ditelantarkan di ruang operasi selama satu jam.
 
"Pasien sudah masuk ruang operasi selama 1 jam, namun tidak jadi diambil tindakan alasan tidak ada dokter bius,"kata Riski Bintang Rahmanda kepada IndoJayaNews, Minggu 7 Maret 2024.
 
Dijelaskan, sebelum menjalani operasi, pasien telah menjalani puasa sejak pagi hingga menjelang operasi. Namun, dia menyayangkan operasi itu tidak jadi dilakukan.

Baca juga : Direktur RSUD SIM Nagan Raya Bantah soal Pasien Terlantar, Hanya Miskomunikasi
 
"Pasien setelah disuruh berpuasa sejak pagi hingga jelang operasi, namun sampai saat ini tidak dilakukan, dengan alasan dokter bius mengalami insiden kecelakaan," jelasnya.
 
Riski menyebutkan, pasien akan menjalani operasi akibat pembekuan darah dibawah lidah. Akibat itu, pihak keluarga membawa pasien untuk menjalani operasi di rumah sakit.
 
"Sesampainya di IGD, pihak dokter rumah sakit menyarankan pasien untuk dirujuk ke Banda Aceh. Namun dokter balik lagi dengan mengatakan pasien dapat dilakukan operasi di RSUD SIM dan pasien disarankan berpuasa sebelum operasi dilakukan," sebutnya.

Selanjutnya, setelah mengambil puasa, pasien akan menjalani operasi pada pukul 2.00 WIB. Dan setelah masuk ke ruang operasi selama satu jam, pasien dikeluarkan lagi dengan alasan tidak jadi mengambil tindakan.
 
"Berdasarkan info pihak rumah Sakit, dokter bius dari Banda Aceh belum datang karena kecelakaan dalam perjalanan ke Nagan Raya. Pertanyaan kita apa betul kecelakaan, sedangkan pasien sudah satu jam di ruang operasi, seharusnya saat pasien sudah berada diruang operasi, dokter sudah disekitaran rumah sakit,"lanjutnya.
 
Menurut Riski, sebelum pasien masuk ruang operasi, pihak rumah sakit harusnya terlebih dahulu mengkonfirmasi pihak keluarga, dan kenapa baru dikonfirmasi satu jam setelah masuk ruang operasi.
 
"Operasi di RSUD SIM tertunda karena tidak ada dokter bius, dan pasien kini harus di rujuk ke rumah sakit Banda Aceh, padahal di RS Meulaboh bisa juga namun sudah penuh. Padahal ini hanyalah operasi biasa, bukan operasi berat,"ucapnya.
 
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD SIM) Nagan Raya, dr Dedi Afriadi dikonfirmasi melalui sambungan telfon mengaku telah mendapatkan informasi tersebut.
 
"Ia bang, kita sudah mendapat info itu, kita sedang konfirmasi dengan dokter terkait, nanti kelanjutannya kita sampaikan," ucapnya.
 
Ia menyebutkan, kini pasien masih diruang operasi dan akan dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Meulaboh. "Pasien saat ini masih diruang operasi dan akan dirujuk ke RS meulaboh," demikian tutupnya.
 
 
 
Penulis : Hendria Irawan
Editor : Redaksi
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com