IJN – Bireuen | Hingga saat ini Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedikitnya akan membangun ratusan hunian sementara untuk masyarakat korban banjir pada akhir tahun lalu di Provinsi Aceh, yang tersebar di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Kabupaten Bener Meriah.
Demikian antara lain disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR, Ir. Essy Asiah, M.T., dalam penyampaiannya kepada Menteri PUPR, Dody Hanggodo dan Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKB H. Ruslan Daud (HRD) dalam rangka peletakan batu pertama pembangunan permanen Jembatan Kreueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Rabu, 21 Januari 2026.
Essy Asiah menjelaskan, jumlah pembangunan hunian sementara itu yakni di Aceh Utara sebanyak 360 KK / 1440 jiwa, Kabupaten Pidie Jaya dua lokasi dengan hunian 168 KK / 672 jiwa, Kabupaten Aceh Tamiang dua lokasi dengan hunian sebanyak 240 KK / 960 jiwa, dan Kabupaten Bener Meriah dengan hunian 204 KK / 816 jiwa.
“Kalau untuk Kabupaten Bireuen ini belum ada usulan,” sebut Essy Asiah.
Saat dimintai keterangannya oleh IJN, terkait persyaratan untuk mendapatkan hunain dimaksud, Essy Asiah menjelaskan, harus melalui usulan pemerintah daerah.
“Itu tergantung Pemdanya, diusulkan berapa dan tempatnya dimana,” ucap Essy Asiah.
Sebelumnya, dalam para pejabat lain di jajaran Kementerian PUPR memaparkan penanganan permanen jembatan dan longsoran di Provinsi Aceh.
Disebutkan jembatan Krueng Tingkeum, Kuta Blang yang dilakukan peletakan batu pertama ini ditarget rampung pada bulan Juli 2026.
Berikut tujuh pembangunan jembatan dan longsoran permanen yang mulai dilaksanakan pada bulan Januari 2026 adalah, jembatan Krueng Meurudu Kabupaten Pidie Jaya, Jembatan Teupin Mane Kabupaten Bireuen, Jembatan Ulee Langa Kab. Aceh Utara, satu titik longsor di Kab. Aceh Tamiang, jembatan Krueng Beutong dan 2 titik longosran di Kab. Nagan Raya, 18 titik longsor di Kab. Bener Meriah, satun jembatan pelang dan tujuh titik longsor di Kab. Aceh Tengah, satu titik longsor di Kab. Gayo Lues, berikutnya dua jembatan (Menggkudu dan Pante Dona) dan satu titik longsor di Kabupaten Aceh Tenggara.
Pembangunan jembatan dan titik longsor yang pelaksanaannya mulai Februari 2026, yaitu di Kab. Nagan Raya Sembilan titik longsor, Kab. Bener Meriah dua jembatan, Aceh tengah tiga jembatan, Kab. Gayo Lues satun titik longsor, dan Kabupaten Aceh Tenggara satu jembatan.
Kemudian pembangunan jembatan dan longsor yang mulai dikerjakan pada bulan Maret 2026, yaitu 6 titik longsor Kab. Nagan Raya, 2 jembatan Kabupaten Bener Meriah, satu jembatan titi merah di Kab. Aceh Tengah, satu titik longsor di Kabupaten Gayo Lues.
Sedangkan pembangunan yang akan dimulai bulan April 2026, adalah enam titik longsor di Kabupaten Nagan Raya, Jembatan Timang Gajah dan Weni Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, dan satu titik longsor di Kabupaten Gayo Lues. Berikutnya yang mulai dikerjakan pada bulan bulan Mei 2026, 5 titik longsor di Kab. Nagan Raya, dan satu titik longsor di Kab. Gayo Lues.
Terakhir, penangan permanen yang mulai dilaksanakan bulan Juni 2026 adalah, tujuh titik longsor di Nagan Raya, 1 Jembatan Jamur Ujung Kab. Bener Meriah, dan satu titik longsor di Kabupaten Gayo Lues.
Penulis : Amiruddin
Editor : Muhammad Zairin