06 Mar 2021 | Dilihat: 735 Kali

Pemilik Tanah Pagari Jalan Akses ke Lokasi Tambak Udang di Matang Rayeuk PP

noeh21
Pemilik tanah, Hj. Supinah saat pasangin pagar menuju ke tambak udang di Desa Matang Rayeuk PP, Kecamatan Idi Timu, Aceh Timur, Poto Ilyas Ismail
      
IJN - Aceh Timur | Karena adanya mis komunikasi antara pemilik tanah dan aparat gampong Matang Rayeuk PP, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur, Provinsi Aceh, Jalan masuk ke lokasi tambak undang di Desa tersebut, Sabtu 6 Maret 2021 pagi, sempat dipagar oleh keluarga yang mengaku pemilik tanah tersebut.
 
Akhirnya pagar kawat duri yang menutupi ruas jalan tersebut, dibuka pihak Muspika Idi Timur dan Satpol PP Aceh Timur pada pukul 12.30 WIB. Setelah Tim Muspika dan Satpol PP Aceh Timur berkoordinasi dengan keluarga pemilik tanah.
 
Pantauan media ini dilokasi juga terlihat Hj. Supinah dan anak-anaknya yang datang dari Banda Aceh sedang memasang tiang pagar di dekat tambak udang tersebut.
 
Salah seorang keluarga pemilik tanah, Rosalia saat dikomfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya memagar jalan itu berdasarkan surat hibah nomor 3 dan 4 tahun 1969.
 
“Bahwa tanah jalan ini masih termasuk tanah kita, jadi karena ada sedikit kurang komunikasi, jadi jangan ada oknum yang klaim tanah ini milik negara, jalan ini masih termasuk kedalam tanah kami. Niat baik kami ingin mewakafkan jalan ini secara legal untuk jalan umum dengan penuh keikhlasan kami, setelah ada kejelasan maka kami pagar supaya dapat perhatian, ” kata Rosalia anak dari Hj. Supinah.
 
Sementara itu, Kepala Desa Matang Rayeuk, saat dikonfirmasi mengatakan, hari telah ada titik terang, yang penting kedua belah pihak bersedia untuk menyelesaikan secara baik-baik.
 
"Nanti akan dimediasi dari kantor camat, BPN serta pemilik kedua belah pihak yang punya lahan. Mudah-mudahan dalam duduk bersama ini mendapat titik terang semoga ini bisa menjadi milik masyarakat bersama,” kata Kepala Desa Matang Rayeuk PP, Yusra Sulaiman.
 
Sementara itu Kepala Satpol PP Aceh Timur, mengatakan bahwa persoalan yang terjadi di lokasi jalan masuk tersebut adalah persoalan mis komunikasi saja. “Pihak kita juga telah melakukan pembongkaran pagar agar akses jalan tersebut berjalan lancar,” pungkas T. Amran. (Red)