03 Februari 2020 | Dilihat: 196 Kali
Pemko Sabang Jalin Kerjasama dengan LBM Eijkman Antisipasi Penyakit Menular
noeh21
 

IJN - SABANG | Pemerintah Kota Sabang bekerjasama dengan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dibawah Kementerian Riset dan Teknologi Nasional melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Senin, 3 Februari 2020.
 
Kerjasama dibidang penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan kesehatan dan kedokteran ini, sebagai langkah mengantisipasi adanya penyakit menular yang dapat meresahkan. 
 
Walikota Sabang melalui asisten II Drs Kamaruddin mengatakan, kerjasama ini adalah salah satu inovasi dari pemerintah daerah yang bertujuan untuk mendeteksi dini terhadap penyebaran virus malaria knowleas (malaria yang ditularkan dari monyet). 
 
"Dalam hal ini, bukan berarti Sabang sudah terjangkit malaria knowleas, tetapi ini suatu langkah pemko Sabang dalam mengantisipasi, karena kita daerah tujuan pariwisata, barangkali bisa saja tertular dari turis yang datang," ungkapnya. 
 
 Dijelaskan Drs Kamaruddin, Kerjasama ini dalam rangka mempersiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) khususnya dibidang kesehatan untuk dapat melakukan langkah-langkah antisipasi. 
 
"Andaikata sudah terindikasi jadi akan cepat dilakukan penanganan, jangan sampai kita menunggu ada korban," ujarnya. 
 
Sementara Kepala LBM (Lembaga Biologi Molekuler) Eijkman Kementerian Riset dan Teknologi Prof. Amin Soebandrio, dr. Phd, Sp. MK (K), diharapkan melalui kerja sama ini kita bisa membangun atau mengembangkan kapasitas SDM di Sabang, sehingga bisa mendeteksi jika ada penyakit infeksi, dan juga bisa melakukan pencegahan. 
 
Menurutnya, untuk bisa mewujudkan semua itu dibutuhkan kapasitas sumber daya manusia yang baik, kapasitas laboratorium yang lengkap, dan juga komitmen dari pemerintah setempat. 
 
Dijelaskan Prof Amin, mencegah dapat kita artikan menjadi luas, yaitu bisa mendeteksi penyakit secara dini berarti itu mencegah meluasnya penyakit, nah, itu yang kita harapkan. 
 
"Jadi nantinya teman-teman disini bisa mendeteksi kalau ada masuk virus, sehingga virus tersebut belum sempat besar sudah bisa dideteksi petugas, dan juga dapat mengantisipasi dan mengambil tindakan yang diperlukan sehingga tidak meluas dan meredam penyakitnya," jelas Prof Amin. 
 
Melalui kerjasama penelitian ini, kita tidak hanya melakukan penelitian saja melainkan juga pengembangan SDM, juga nanti kita akan merekomendasikan peralatan apa yang perlu dipersiapkan. 
 
Terakhir dikatakan Prof Amin, tadi walikota juga telah memberikan sambutan yang baik, bahwa fasilitas kesehatan akan dibangun dengan lengkap, karena ini juga perlu untuk daerah wisata, karena biasanya wisatawan sebelum mengunjungi daerah akan bertanya bagaimana fasilitas kesehatan didaerah yang akan dikunjungi. 
 
Penulis : Iin
Kantor Media Indojayanews.com
Klik Di Sini
Jl. Cendana Utama, lr.Jampeitam I
Kecamatan Syiah Kuala.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
Email : redaksiindojaya@gmail.com


Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com