15 Juli 2020 | Dilihat: 571 Kali
Pengelolaan Dana BUMG Gampong Jawa Disinyalir Korupsi
noeh21
Syahrul, Geuchik Gampong Jawa, Kota Langsa, Aceh, usai memberikan konfirmasi kepada IJN.com, Rabu (15/7) di Langsa
 

IJN-Kota Langsa | Pengelolaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Bina Karya Mandiri tahun 2018 di Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota, Kota Langsa, Aceh disinyalir sarat korupsi. Pasalnya dalam laporan pertanggung jawaban yang dilakukan oleh Direktur BUMG berinisial DS pada Musyawarah Desa (Musdes), (03/07/ 2020) kemarin tidak dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan berlaku. 

Dari data yang diterima IJN.com, Selasa, (14/7/2020) Direktur DS hanya menunjukkan serapan anggarannya saja dengan secarcik kertas dalam Musdes tersebut. 

"Kami masyarakat menilai laporan itu seperti kita melaporkan jualan cabai di pasar saja, hanya selembar kertas. Kan aneh," ujar sejumlah warga yang tidak ingin disebutkan jatidirinya. 

Yang anehnya lagi, kata warga, hingga kini Angaran Dasar Rumah Tangga (ADRT) BUMG Bina Karya Mandiri itu belum dilakukan Musdes. Namun angaran segar kurang lebih 400 juta telah diserap. 

Selain itu, lanjut warga, saat pencairan anggaran BUMG itu tepat pada musim kampanye pemilihan legeslatif 2018 kemarin dan Sekretaris beserta Bendahara BUMG Bina Karya Mandiri telah memundurkan diri. Yang menjadi pertanyaannya siapa yang menandatangani pencairan anggaran itu. 

Dijelaskan warga, anggaran BUMG itu disebut-sebut terlibat campur tangan salah seorang anggota Dewan di Kota Langsa dan kesemuannya mengalir kepada keluarga dan kerabat anggota Dewan itu. 

Sementara Geuchik Gampong setempat, Syahrul kepada IJN.com, Rabu, (15/7) membenarkan hingga saat ini Direktur BUMG Bina Karya Mandiri, DS belum dapat mempertanggung jawabkan pengunaan anggaran dimaksut. 

"Saat Musdes kemarin, Direktur hanya menunjukkan selembar kertas saja, saya kecewa karna BUMG di Gampong tidak bermamfaat kepada masyarakat," ujarnya. 

Meskipun demikian, kata Syahrul, untuk pengangkatan Direktur BUMG tidak ada intervensi darinya. Masyarakat membentuk tim penyaringan yang berjumlah 9 orang dan dipilih oleh tim penjaringan itu. 

"Sebelumnya saya tidak kenal dengan DS itu. Setelah terpilih saya  baru tau  kalau DS bukan warga asli Gampong Jawa. Dia pendatang dari medan dan saya  baru tau kalau dia keluarganya salah seorang  anggota Dewan di Langsa setelah terpilih" jelasnya. 

Artinya, sambung Syahrul, semua kewenangan untuk mengelola BUMG sudah sepenuhnya diberikan kepada Direktur terpilih. Namun demikian dirinya tidak tau usaha yang dikembangkan oleh Direktur BUMG. 

"Saya tidak tau karna Direktur tidak pernah memberikan laporan kepada saya, malah saya sudah menyarankan kepada Direktur untuk melaporkan secara tertulis setiap 3 bulan sekali. Tapi itu tidak dilakukan," paparnya. 

Penulis: Redaksi
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com



Redaksi menerima kiriman opini. Panjang opini 500 – 600 kata dan dikirim ke: redaksiindojaya@gmail.com