17 Agustus 2018 | Dilihat: 414 Kali
PKA (Pekan Kebudayaan Aceh) Ke-7
PKA Usai, Kakek Juara Umum, Cucu Pulang Gigit Jari
noeh21
 

IJN | Subulussalam - Perhelatan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke - 7 yang digelar di Banda Aceh, 5 - 15 Agustus telah usai. Kabupaten Aceh Selatan mampu mendulang perlombaan yang ditampilkan sehingga mendapat juara I. 


Disusul Juara II Aceh Besar dan juara III Kota Banda Aceh. Sedangkan juara harapan I Bireuen, II Aceh Tengah dan III Aceh Barat. Sedangkan Kota Subulussalam sama sekali tidak mendapat nomor urut juara alias pulang gigit jari. Kota Subulussalam merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil dan Aceh Singkil pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan. Sehingga, Kota Subulussalam bisa dikatakan cucu dari Kabupaten Aceh Selatan.


Ketidakberhasilan Kota Subulussalam pada event tingkat provinsi itu pun mendapat sorotan dari masyarakat. Sebab, untuk mengikuti acara itu, pemerintah mengucurkan banyak dana mencapai Miliaran rupiah.


Salah satu yang mengkritisi datang dari Sekretaris DPW PA Kota Subulussalam, Ardhiyanto Ujung. Bang Toto panggilan akrap Ardhiyanto Ujung mengkritisi lewat akun Facebooknya. Menurut Toto, Pemerintah Kota Subulussalam seharusnya melakukan evaluasi terkait makin buruknya penampilan kontingen Kota Subulussalam yang tampil pada PKA.


Bang Toto, menyimpulkan, Kota Subulussalam gagal total alias Gatot di ajang PKA dan terkesan hanya ikut-ikutan. Berikut petikan postingan Toto di laman Facebook-nya : 

" PKA-7 berakhir, What Next?
Setelah even PKA-7, harusnya Pemko Subulussalam melakukan evaluasi. Kok, makin buruknya penampilan kita. Baik secara Performence/tampilan maupun nilai tambah dari semua yang kita hadirkan dalam event 4 tahunan tersebut. Efek keikut sertaan pada PKA 7 ini tentu menjadi hal utama dalam dalam mengenalkan kebudayaan, bahasa, kekayaan alam, dll. Tentunya mampu menarik minat orang untuk datang ke Subulussalam. Dan ternyata kita tidak mampu menghadirkan imeg dan nilai tambah tersebut.  

Kesimpulan :
Pertama,  Gagal Total & hanya ikut-ikutan.
Kedua, Gak mau belajar padahal sering jalan-jalan keluar daerah.
Ketiga,  Takut mempromosikan kebudayaan (suku) lain, padahal dapat disandingkan (kolaborasi) agar tidak monoton. Tentu akan lebih menarik. Kedepan Harus ada penampilan kebudayaan dari suku-suku lain. 
Keempat,  Uang Rakyat Habis....!!!! "


Saat dikonfirmasi IJN melalui aplikasi pesan singkat, bang Toto membenarkan atas postingannya itu. Pada saat PKA masih digelar, Toto mengaku mendatangi anjungan Kota Subulussalam dan sangat memperihatinkan " waktu PKA saya mendatangi anjungan Kota Subulussalam, sangat memperihatinkan " tulisnya, Kamis 16 Agustus 2018.


Setali tiga uang dengan Toto, Safran Kombih salah satu warga Kota Subulussalam juga menyayangkan ketidakseriusan panitia Subulussalam dalam mengikuti PKA. Salah satu contoh adalah penempatan kontingen masih jauh dari harapan.


Kurang maksimalnya persiapan dikarenakan dana untuk PKA lambat dicairkan sehingga saat latihan utusan Subulussalam terkesan ecek-ecek " terkesan asal-asalan lah sepertinya. Kalau betul-betul serius apa pula kita tak dapat juara " kata Safran (AB)
Jl. Lampanah Kuta Alam Banda Aceh.
Kecamatan Kuta Alam.
Kota Banda Aceh
Provinsi Aceh
​​​​​​Email : redaksiindojaya@gmail.com